Sejak malam itu, Kyrran tidak pernah lagi menagih kesepakatannya dengan Andrea. Ia tidak lagi menggoda Andrea tentang janji ciuman dan ngedate mereka.Melihat tangisan Andrea yang histeris seperti waktu itu membuat Kyrran sadar jika ia memang sudah berlebihan.Sudah lebih dari satu minggu ia hanya bisa memperhatikan Andrea dari kejauhan. Di kantin, depan gedung fakultas FIKOM, perpustakaan atau sesekali dari tribun lapangan basket ketika Andrea sedang melakukan wawancara.Padahal sebenarnya, Kyrran sangat merindukan gadis itu dan ingin berada di dekatnya.Kyrran bingun harus berbuat apa. Namun setiap kali mengingat wajah Andrea yang basah oleh air mata malam itu, langkahnya selalu terhenti.Saat akhir pekan tiba. Kyrran memilih meninggalkan kampus, bertolak ke kota Grandchester.Malam itu, Kyrran menghadiri makan malam bersama keluarga besar mamanya—Keluarga Alveroz.Ada Opa Riovandra, Oma Tamara, Mama Drassha, Papa Adriel, Tante Cherryl dan suaminya, Om Elias, Jasper, Lysander adik b
Leer más