"Dia sudah mencoba bunuh diri. Terpaksa aku harus setuju dengan perintah ayah kerajaan." Shu Yi menoleh ke kiri dan menyadari bahwa dirinya tidak sendirian. Dua orang dari masa lalunya ada di sini. Shu Yan dan putra mahkota. Kalimat putra mahkota membuat ingatannya melayang pada kejadian di masa lampau. Dia membenturkan kepala di pilar istana ketika pria ini dengan lantang menolak pertunangan mereka di hadapan Kaisar. Padahal saat itu perjamuan istana. Bedanya di kehidupan kedua ini, dia bangun lebih awal. Jadi masih sempat mendengar percakapan putra mahkota dan Shu Yan. Dia melirik penuh dendam ke arah pasangan yang berdiri tak jauh dari ranjangnya. "Baik, yang mulia. Apapun kata anda, saya akan turuti. Dalam kehidupan ini, hati saya milik anda seorang." Adiknya menyahut dengan suara selembut sutera. Putra mahkota menenangkan gadis yang dicintainya. "Jangan sedih. Semua hanya sementara. Aku butuh dukungan keluarga Xie. Begitu duduk di takhta naga, perempuan sial ini
Leer más