Tidak ingin bertengkar dengan Ariana karena tubuhnya tidak memungkinkan untuk menanggapi pertengkaran dan kepalanya berdenyut sakit, apa lagi harus terusir dari rumah wanita itu dengan kondisinya sekarang, David memilih mengalah dan mengikuti perkataan Ariana.Dia berusaha untuk duduk, dibantu Ariana, lalu membuka mulutnya ketika wanita itu menyuapkan bubur yang telah dia masak. Saat sendok pertama masuk ke mulutnya, David ingin memuntahkan bubur tersebut, tapi setelah makan beberapa sendok, perutnya mulai terasa nyaman dan dia berhasil menghabiskan separuh mangkok.“Cukup Ariana, aku tidak sanggup memakannya lagi,” tolak David sambil mendorong bubur yang terarah di depan mulutnya.Merasa perut David sudah terisi, Ariana tidak memaksa pria itu untuk menghabiskan buburnya. Dia meletakkan mangkok bubur tersebut di atas meja lalu menyuruh David memakan obat demam dan pereda rasa nyeri yang sudah dia siapkan.David dengan patuh meminum obatnya dan ber
Leer más