FAZER LOGINKelly Watson merawat anak dari kakak perempuannya yang telah meninggal dengan penuh kasih sayang. Dia menganggap Ethan sebagai putranya sendiri. Demi menjaga Ethan, dia pulang ke tempat kelahirannya dan menjauh dari hiruk pikuk kota. Ketenangan hidupnya terusik oleh kedatangan pria tampan berhati dingin dan arogan yang mengaku sebagai adik dari ayah Ethan dan ingin merebut anak itu darinya. Tidak ingin berpisah dengan Ethan, Kelly bersedia menikah dengan pria itu. Atas perintah papanya, Zack Collins mencari wanita yang mengandung anak dari kakaknya yang telah meninggal. Dia tidak tahu jika kekasih kakaknya telah meninggal dan mengira jika Kelly adalah ibu kandung Ethan. Demi harta yang dijanjikan papanya, dia menikahi wanita itu serta bermaksud mengambil hak asuh atas Ethan. Tanpa diduga, sikap lembut Kelly menariknya seperti magnet hingga dia melupakan tujuan awalnya dan larut dalam perasaan yang tak terselami. Sayangnya pernikahan mereka tidak berjalan mudah. Banyak hal yang membuat keduanya berpikir dua kali untuk melanjutkan pernikahan tersebut, apalagi setelah terbongkar jika Kelly bukanlah ibu kandung Ethan.
Ver maisSalah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai.
“Pergi! Aku tidak membutuhkanmu lagi!” usir Zack pada wanita yang baru saja memuaskannya. Wanita itu kemudian mengumpulkan pakaiannya dan berlari meninggalkan ruangan Zack. Zack merapikan pakaiannya dengan santai di depan papanya. “Ada apa Papa kemari dan mengganggu kesenanganku?” tanya Zack. “Begini caramu berkabung atas kematian kakakmu?” bentak Elbert tangannya terkepal melihat tingkah laku putra keduanya tersebut. Belum juga sebulan, kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa Owen Collins—kakak Zack, diumumkan. Zack sudah mulai bertingkah. “Lalu apa yang harus aku lakukan? Menangisi Owen di makamnya?” sindir Zack. “Mulai saat ini, jadilah orang yang berguna untuk keluarga Collins. Cari wanita yang bernama Watson dan bawa pulang anaknya! Wanita itu sudah membawa pergi anak Owen!” perintah Elbert pada Zack. “What? Untuk apa aku mencari wanita yang Owen hamili? Apakah Papa juga akan menyuruhku untuk bertanggung jawab atas kesalahan putra kesayanganmu?” “Pengacara Owen mengatakan jika semua kekayaan Owen diwariskan pada wanita yang bernama Watson dan putranya. Papa tidak sudi jika kekayaan keluarga Collins jatuh ke tangan wanita jalang bernama Watson itu. Hanya cucu Collins yang akan menjadi ahli waris tunggal kekayaan Owen,” jelas Elbert “Dari mana aku harus mencari wanita itu?” tanya Zack yang tidak bisa membantah. “Ini adalah alamat terakhir wanita itu bekerja. Dia menjadi pelayan bar di Star Bar dan bertemu Owen di sana. Aku yakin wanita itu menjebak Owen sehingga mengandung cucuku,” tuduh Elbert, penuh kenyakinan. “Baiklah, aku akan mencarinya,” jawab Zack menyetujui, berharap pria itu cepat pergi dari ruangannya. Setelah papanya pergi, Zack mengambil alamat tersebut, lalu beranjak dari tempat duduknya. “Dasar wanita jalang, berani-beraninya mengganggu ketenangan keluargaku. Aku akan memberimu pelajaran!” geram Zack yang kemudian pergi dari ruang kerjanya. Zack mengendarai mobil dengan kecepatan nyaris penuh dan menyalakan musik dengan keras, menuju ke Star Bar. Sampai di tempat tersebut, ternyata bar masih tutup. Ia mendobrak pintu tanpa permisi. “Maaf, kami masih tutup. Kamu bisa datang lagi nanti,” teriak seorang karyawan yang sedang sibuk menyiapkan beberapa botol minuman. “Aku tidak sedang mencari minum. Aku mencari seseorang,” kata Zack. “Mencari siapa?” tanya karyawan itu. “Apakah ada wanita bernama Watson yang bekerja di sini?” “Apakah yang kamu maksud adalah Kelly Watson?” “Aku rasa begitu, aku tidak tahu nama depannya,” jawab Zack. “Sayang sekali, Kelly Watson sudah tidak bekerja lagi di sini. Dia baru saja mengundurkan diri.” “Apakah kamu tahu alamat tempat tinggalnya atau kira-kira dia pergi ke mana?” tanya Zack berharap mendapatkan informasi. “Aku dengar dia kembali ke desa kelahirannya. Sebentar, sepertinya Kelly pernah menuliskan alamatnya. Semoga aku masih menyimpannya,” kata karyawan tersebut yang kemudian membuka laci meja kasir dan mencari secarik kertas yang pernah Kelly berikan. “Ah! Ketemu!” ucap karyawan tersebut, kemudian memberikan kertas tersebut pada Zack. Zack menerimanya, lalu melemparkan beberapa lembar uang pada karyawan tersebut, lalu pergi tanpa mengucapkan terima kasih. “Dasar sombong,” ucap karyawan bar itu sambil tetap mengantongi uang yang Zack berikan. Kelly berjongkok di depan makam kakaknya sambil membawa seikat bunga mawar kesukaan Sara. Ingatannya kembali ke beberapa bulan yang lalu, ketika kakaknya menitipkan anak yang ada di gendongannya sekarang. “Berjanjilah padaku, Kelly! Rawat dan lindungilah Ethan, anggap dia sebagai putramu sendiri dan berilah kasih sayang yang tidak akan pernah bisa aku berikan padanya. Jika Ethan dewasa nanti, katakan jika aku sangat menyayanginya,” pinta Sara yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. “Jauhkan Ethan dari keluarga Collins. Jangan biarkan Ethan tumbuh bersama mereka!” ucap Sara dengan napas tersengal, tangan dinginnya menggenggam kuat tangan Kelly. “Bertahanlah, Kak! Demi Ethan, demi aku. Kami tidak mau kehilanganmu, Ethan masih membutuhkanmu,” tangis Kelly sambil memeluk kakaknya. “Tidak ada harapan lagi untukku. Please, berjanjilah padaku, Kelly!” tegas Sara. Terpaksa, Kelly melakukan apa yang Sara minta. “Aku berjanji akan merawat dan melindungi Ethan,” ujar Kelly. “Ma-af-kan Ka-kak ....” ucap Sara untuk terakhir kalinya. Bunyi mesin monitor yang tersambung di tubuh Sara berbunyi panjang. Jantung Sara berhenti berdetak. Ingatan itu selalu terngiang di kepala Kelly. Rasanya baru kemarin Sara pergi meninggalkannya. “Maafkan aku, Kak. Aku dan Ethan ingin pamit. Biaya kehidupan di New York sangat tinggi, aku tidak kuat membiayai kebutuhan Ethan di sini, apalagi harus menyewa seorang pengasuh untuk menjaga Ethan. Izinkan aku membawa Ethan pulang ke desa kita, di mana rumah peninggalan Papa dan Mama masih ada di sana,” tangis Kelly. “Sayang, ucapkan selamat tinggal pada Mama Sara,” kata Kelly sambil menggerakkan tangan Ethan. “Halo, Mama. Ini Ethan. Ethan sayang Mama, izinkan Ethan ikut dengan Mama Kelly pulang ke rumah Grandpa dan Grandma,” ucap Kelly seolah-olah menyuarakan suara anak berumur enam bulan yang belum bisa berbicara tersebut. “Selamat tinggal, Kak. Tenanglah di sana karena Ethan aman bersamaku!” kata Kelly yang kemudian berdiri dan membawa Ethan ke dalam gendongannya. Dia melangkah lunglai meninggalkan makam Sara. Beberapa hari setelah Kelly berada di desa, dia bekerja di peternakan Baros. Salah satu orang terkaya di desanya. Sayangnya, beberapa wanita menggosipkannya dengan menyebar berita yang tidak benar. “Apakah benar itu Kelly Watson? Aku dengar dia pulang dengan membawa seorang anak tanpa seorang suami.” Elle mulai bergosip bersama teman-temannya ketika melihat Kelly. “Ya, benar sekali, dia Kelly Watson. Lebih baik jauh-jauh dari wanita jalang itu, jika kita tidak mau tertular dengan kehidupannya yang rusak,” balas Rose menimpali gosip yang Elle sebarkan. “Sayang sekali, wajahnya yang cantik tidak diimbangi dengan perilakunya yang baik. New York memang terkenal dengan dunia malam, aku tidak bisa membayangkan berapa banyak pria yang dia tiduri di sana, hingga lahir seorang anak,” ganti Deasy semakin memanaskan gosip mereka. Kelly yang mendengar perkataan para wanita itu berpura-pura tuli dan bisu. Dia tidak ingin membuat keonaran yang beresiko membuat dirinya dipecat. Saat ini dia membutuhkan uang untuk membiayai kehidupannya bersama Ethan. Ketika waktu istirahat tiba, Kelly segera meninggalkan pekerjaannya, mencuci tangan, kemudian ikut mengantri untuk mengambil jatah makan siangnya. “Sepertinya ada wanita New York yang ikut antri bersama kita,” sindir Elle dengan suara keras ketika melihat Kelly. “Kenapa dia tidak meminta uang dari para pria yang ditidurinya? Malah memilih menjadi pembersih kotoran sapi di sini?” sambung Deasy membuat semua orang menatap Kelly dengan tatapan jijik. “Mungkin para prianya sudah bosan, miliknya sudah tidak bisa memuaskan mereka.” Perkataan Rose membuat Kelly mengepalkan tangannya kuat, menahan rasa marah yang menghentakkan dadanya. Setelah mendapatkan makanan, Kelly berjalan menuju meja kosong untuk dirinya makan. Ketika melewati tempat duduk Elle, Deasy dan Rose, kaki Elle sengaja keluar dari meja dan menghalangi jalan yang dilalui Kelly. Kelly yang tidak memperhatikan, tersandung kaki Elle dan terjatuh. Makanan yang dia bawa tumpah berantakan di lantai. Rasanya ingin menangis ketika mendapatkan perlakuan wanita itu, tetapi dia tidak mungkin menangis dan terlihat lemah di depan para wanita penyebar gosip tersebut. “Maaf, aku tidak sengaja, aku tidak tahu jika kamu lewat di sampingku,” ucap Elle berpura-pura meminta maaf, lalu terkikik bersama teman-temannya. Kelly memilih diam dan mengacuhkan permintaan maaf Elle yang tidak sungguh-sungguh. Sambil menahan emosi yang menghentakkan dada, Kelly bangun dari tempatnya terjatuh dan membereskan makanannya, lalu membuangnya ke tempat sampah. Mengetahui jika dirinya tidak bisa mengambil makanan untuk ke dua kali, terpaksa siang itu Kelly tidak makan. Dia hanya minum air mineral lalu berkutat kembali dengan pekerjaannya. Baru saja hendak memindahkan beberapa ikat rumput untuk sapi di depannya, seseorang berlari meneriakkan nama Kelly. “Kelly! Kelly!” teriak seorang bocah berumur dua belas tahun memanggil namanya. Dia adalah tetangga di sebelah rumah di mana Ethan dititipkan. “Rumahmu kedatangan tamu dengan membawa mobil yang sangat bagus. Dia mencarimu dan Ethan!” seru bocah tersebut. “Mencariku dan Ethan? Apakah dia memperkenalkan namanya?” tanya Kelly heran. “Dia bilang namanya Zack Collins,” jawab bocah itu, terengah. “Collins!” teriak Kelly tanpa sadar. Dengan cepat Kelly membuang besi pengaduk rumput yang sedang dipegang, lalu berlari cepat, keluar dari kandang. Jantungnya berdetak kencang, bukan karena larinya, tetapi karena rasa takut yang menghinggapinya. Ingatan Kelly akan pesan kakaknya kembali teringat. Collins adalah nama dari pria yang menghamili kakaknya. Sara sudah berpesan agar dirinya menjauhkan Ethan dari semua yang berhubungan dengan keluarga Collins. Jangan sampai pria itu membawa Ethan. Beberapa kali Kelly terjatuh di tanah peternakan karena tidak memperhatikan jalan. Kakinya terkilir, tetapi dia tidak peduli. Dengan kaki terpincang, dia tetap berlari menuju rumahnya. Fokus pikirannya kini hanya tertuju pada Ethan, dia tidak akan membiarkan pria Collins itu mengambil Ethan. Tubuh Kelly membeku ketika sampai di depan rumah dan melihat Ethan sedang menangis keras di gendongan seorang pria tampan dengan ekspresi dingin. Mata pria itu berwarna biru, sama persis seperti warna mata Ethan. Kelly mengira jika pria itu adalah Papa Ethan karena kemiripan mereka. Zack yang kesal dengan tangisan anak yang dibawanya, menutup telinga dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain menahan Ethan tetap aman di dekapannya. “Kamu akan membawa putraku ke mana?” seru Kelly terpincang mendekati Zack. “Berikan Ethan padaku! Dia takut padamu. Ethan tidak mudah beradaptasi dengan orang yang baru dikenalnya!” pinta Kelly. Zack menoleh mendengar suara Kelly, matanya menyipit penuh selidik. “Apakah kamu bernama Watson?” tanya Zack dingin dan sinis dengan tetap menjauhkan Ethan dari jangkauan Kelly. “Ya, namaku Kelly Watson. Serahkan Ethan padaku, dia akan terus menangis seperti itu jika aku tidak menggendongnya.” Kelly kembali membujuk Zack agar menyerahkan Ethan.“Ah ... ya ... aku mengerti sekarang. Tadinya aku heran kenapa seorang Collins mau tinggal di apartemen seperti ini,” ujar Carlo.“Jangan temui Jossie lagi! Karena aku kini akan memperjuangkannya,” ancam Kevin.“Kenapa tidak dari dulu kamu bersikap seperti ini? Dia juga masih mencintaimu,” ujar Carlo.“Apa maksudmu?”“Aku memang menghabiskan malam bersama Jossie, tapi dengan tidur sendiri di sofa ruang tamu, tidak tidur bersama mantan istrimu. Lebih menyedihkan lagi, aku di usir keluar dari apartemenku sendiri karena Jossie tidak ingin terlibat hubungan pribadi denganku,” jelas Carlo.Mendengar hal tersebut, ada perasaan senang dalam hati Kevin, rasanya seakan mendapat secercah harapan.“Tapi aku tidak menjamin Jossie akan mudah ditaklukkan, hatinya sangat keras,” lanjut Carlo.“Aku selalu punya cara untuk menaklukkan Jossie,” ucap Kevin dengan bangga.Tawa kembali terkembang di bibir Carlo. “Menaklukkan Jossie?
Carlo mengerutkan kening merasa heran, melihat Jossie tidak kunjung masuk ke rumah, sampai akhirnya seseorang keluar dan menemui Jossie, mereka terlibat percakapan serius dan wajah Jossie berubah menegang. Menyadari ada hal yang tidak beres sedang terjadi, Carlo turun dari mobil dan mendekati Jossie.“Ada apa?” tanya Carlo menghentikan pembicaraan dua orang di depannya.“Mama pergi bersama Papa karena Papa mendapat pekerjaan di luar kota. Dia menyewakan rumah ini selama setahun,” jelas Jossie dengan wajah murung.“Apakah mamamu tidak menceritakan padamu tentang masalah ini?” tanya Carlo.Beberapa pekan lalu, mama menghubungiku tapi karena aku sibuk, aku buru-buru menutup teleponnya, mungkin mama ingin membicarakan tentang hal ini. Mama pasti mengira aku akan tinggal lama di Inggris dan tidak mungkin pulang mendadak, jadi dia mengambil keputusan tanpa membicarakannya lebih dulu denganku,” tebak Jossie.“Lalu kamu mau ke mana sekarang?” tan
“Cukup dengan mimpimu itu Andrea dan hentikan keegoisanmu! Ambisimu selalu menakutkan buatku. Ketika dulu kamu berambisi dengan karirmu, kamu meninggalkan aku. Menikah dengan pria pebisnis untuk memuluskan jalanmu mencapai puncak karier. Ketika tujuanmu telah tercapai, kamu berambisi merebut kebahagiaan yang telah aku jalani bersama Jossie, tapi kamu lupa jika aku manusia yang punya hati dan perasaan. Kamu tidak bisa menggenggamku seperti kamu mengenggam kariermu. Hatiku sudah bukan milikmu lagi,” jelas Kevin.“Aku tidak percaya jika rasa cintamu padaku hilang sepenuhnya. Aku yakin di relung hatimu yang terdalam, kamu masih mencintaiku. Aku hanya perlu menyingkirkan penghalang yang membuatmu tidak melihatku. Jossie dan keluarga Collins, kamu tidak membutuhkan mereka,” seru Andrea yang membuat Kevin semakin mengerti keegoisan dan ambisi wanita itu.“Pergilah dari rumahku! Aku tidak ingin melihatmu lagi,” usir Kevin karena sudah malas berdebat dengan Andrea.
“Pernikahan bisnis?” ulang Kevin karena terkejut dengan alasan Dicky bercerai dengan Andrea. “Bukankah kalian bercerai karena kekerasan rumah tangga?” tanya Kevin. “Kekerasan rumah tangga? Siapa yang bilang seperti itu? Bahkan aku dan Andrea berpisah dengan baik-baik.” Tubuh Kevin menegang mendengar hal tersebut. “Apa maksudmu tidak ada kekerasan rumah tangga? Benarkah kamu tidak pernah memukul atau menyakiti Andrea sedikit pun?” tanya Kevin memastikan. Dia mengingat kembali kejadian dimana Andrea menangis meminta bantuannya karena mendapat kekerasan dari Dicky tepat di hari ketika dia kehilangan anaknya sehingga membuat Jossie salah paham dan berujung perceraian mereka. “Aku tidak pernah menyakiti Andrea sedikit pun, apalagi selama kita menikah. Ada perjanjian pra nikah yang kami sepakati dan di dalamnya melarang kami untuk saling menyakiti khususnya secara fisik karena menghindari hubungan suami istri yang
Sedangkan Hazel yang melihat hal tersebut hanya bisa menggerutu tak jelas karena tidak berani meminta bantuan pada majikannya itu.“Duduk di depan, aku tidak ingin duduk di sebelah seorang pelayan,” ucap Ethan dengan nada jijik pada Hazel ketika mereka masuk ke mobil. Hazel mengangguk pa
Tak lama kemudian, Athena kembali dan duduk menghadap Dorian. Tanpa tahu apa yang dipikirkan suaminya, dia menyuapi Dorian dengan penuh semangat. Dorian dengan senang hati menerima suapan istrinya. Namun bukan hanya itu yang dia lakukan, tangannya mulai nakal dengan mengusap kaki bagian
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Namun sampai detik ini, belum ada pendonor yang cocok. Jadi, Olivia mengandalkan obat-obatan untuk bertahan selama menunggu ada pendonor yang cocok. Selama itu pula, Olivia tinggal bersama dengan Owen dan Owen merawatnya dengan baik.Owen kemudian memperkenalkan Olivia pada Zack dan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.