LOGIN“David ...!” teriak Ariana.
“Ya, Sayang,” balas David santai karena tidak tahu apa yang sedang Ariana rasakan.“Tolong aku ...!” seru Ariana lagi.Mendengar kata tolong, David langsung meninggalkan semua pekerjaannya dan berlari mendekati istrinya. Saat sampai di sana tiba-tiba ...Pyaaah ...Air ketuban Ariana pecah begitu saja dan membasahi lantai dapur, setelah itu teriakan kesakitan Ariana terdengar. Wanita itu mencengkeran pinggiran meja dapur“Tidak, dia tidak pernah mencintaiku. Dia hanya terobsesi padaku dan menginginkan tubuhku, tapi hatinya tidak untukku,” ujar Serena dengan hati yang sangat terluka.Kini ganti Ariana yang menangis terisak, dia menggenggam tangan Serena dan meminta maaf pada saudaranya tersebut. “Maafkan aku Serena, semua ini salahku. Seandainya saja aku tidak memilih salah satu pria dari keluarga Collins, hal ini tidak mungkin terjadi. Jackie adalah pria yang menolongku saat aku terpuruk, tanpa dia, aku dan anakku pasti akan mati. Seharusnya aku memiliki hati untuknya, tapi kenyataannya tidak. Aku mencintai pria yang menyakitiku, aku mencintai David dan memilihnya, aku mengabaikan perasaan Jackie.”“Aku tahu cerita itu, bahkan saat Jackie sakit dia terus menyebut namamu. Dia mencintaimu dan dia menggunakan tubuhku hanya untuk memuaskan fantasinya. Mungkin dia berpikir saat bercinta denganku, dia membayangkan sedang bercinta denganmu,” ujar Serena.“Itu sungguh menjijikkan.
“Ariana, hentikan!” gumam Jackie ketika melihat David yang masuk dalam ruangan tersebut. Bukannya berhenti, pukulan Ariana malah semakin kuat.“Ada apa ini? Apa yang terjadi?” geram David, penasaran dengan apa yang terjadi.Mendengar suara suaminya, Ariana menghentikan pukulannya di dada Jackie, tubuhnya merosot dan berjongkok di depan pria itu. Dia menangis terisak sambil menundukkan kepala menopangnya dengan tangan yang terlipat di atas lutut.David yang melihat istrinya menangis terisak, heran dan terkejut. Dia mendatangi Ariana dan menarik tubuh istrinya, membuatnya berdiri. Dia kemudian mendekap tubuh istrinya dan mengusap punggungnya untuk menenangkannya.“Ada apa?” tanya David pada Ariana, tapi tidak ada jawaban yang keluar dari mulut wanita itu, hanya isak tangis yang terus terdengar.Mata David melirik ke arah Jackie dengan tatapan penuh tanya. Jackie hanya diam seribu bahasa karena dia masih syok dengan kenyataan jika Serena ham
“Tentu saja aku akan merahasiakan ini dari siapapun, kecuali David. Aku tidak ingin saudaraku menderita karena perbuatanmu. Aku akan melindunginya dan memastikan kamu tidak menyentuh apalagi melecehkannya,” ancam Ariana.“Aku tidak pernah melecehkannya, yang kami lakukan adalah suka sama suka,” sanggah Jackie.“Dia mungkin suka dengan perlakuanmu yang penuh tipu daya itu, tapi apakah dia tahu jika kamu pernah mempunyai perasaan padaku dan wajahnya sangat mirip denganku. Apa yang kamu pikirkan saat bercinta dengannya? Bagaimana perasaaanmu padanya?” cecar Ariana.Jackie langsung terdiam karena dia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Dia takut apa yang dipikirkan Ariana benar, dirinya menyukai Serena karena kemiripan mereka berdua. “Aku tidak tahu,” jawabnya tidak ingin memberi harapan palsu pada Serena.“Dasar pria brengsek, aku pastikan kamu ...”Kleekk ...Bunyi pintu yang terbuka menghentikan perkataan Ariana. D
“Ya, aku seorang Colins dan aku akan memperkenalkanmu pada seseorang,” kata David dengan penuh semangat.Tubuh Serena gemetar seketika. Dia tidak menyangka jika pria yang menolongnya adalah pria Collins. Kenapa hidupnya selalu berhubungan dengan Collins? Tidak bisakah dia lepas dari nama itu?“Tidak, aku tidak bisa ikut denganmu. Aku ingin pergi dari sini. Lagi pula apa untungnya kamu membawaku ke keluargamu? Aku yakin aku bukan siapa-siapa di keluargamu, jadi ada atau tidak ada diriku tidak akan berpengaruh apa-apa untukmu dan keluargamu.” Serena berusaha menolak ajakan David dengan merendahkan dirinya.“Kamu sangat penting untuk istriku, jadi ikut aku sekarang juga,” tegas David dengan nada yang tidak ingin dibantah. Tiba-tiba saja pria lembut itu berubah menjadi pria tegas dan dominan.Melihat Serena masih duduk di kursi mobil membuat David terpaksa mencengkeram lengan Serena dan menariknya keluar dari mobil. Dia memaksa Serena untuk masuk ke r
Serena membacanya sejenak lalu mengangguk pelan berusaha mempercayai perkataan pria yang terlihat tidak jahat itu.“Siapa namamu?” tanya David.“Serena,” jawab Serena dengan suara serak karena kesehatannya terganggu beberapa hari ini.“Apakah kamu sedang sakit?”Serena mengangguk mengiyakan. Dalam hati, David tersenyum karena mempunyai alasan untuk mengeluarkan Serena dari tempat tersebut.David tiba-tiba berteriak dengan nada marah memanggil penjaga yang berjaga di depan pintu kamar Serena. Teriakan pria itu membuat Serena terkejut dan tubuhnya semakin gemetar hebat. Tak lama kemudian terlihat dua orang penjaga masuk ke kamar tersebut.“APA-APAAN INI? KALIAN MEMBERIKU ORANG SAKIT UNTUK MELAYANIKU!” seru David pura-pura marah.“Sakit …? Kami tidak tahu jika wanita itu sakit. Kami akan memberitahu bos dan menggantinya dengan wanita lain yang sehat untuk bisa melayani dan memuaskanmu,” ujar salah satu dari penjaga tersebut
Di kediaman Collins, Zack masih menahan kekecewaan pada putranya.“Sikapmu sangat memalukan, Jackie! Kamu telah menyakiti hati Jane,” tegur Zack pada putranya di keesokan harinya.Jackie hanya terdiam sambil memijat kepalanya yang berdenyut sakit karena minuman yang dia tenggak. Dia sadar jika sikapnya semalam pada Jane telah keterlaluan. Kepergian Serena bukanlah salah Jane, tapi dia melampiaskannya pada wanita itu.“Maafkan aku Pa, semalam aku mabuk berat,” ucap Jackie mengakui kesalahannya.“Minta maaflah pada Jane! Hanya itu yang bisa kamu lakukan sebagai seorang pria, bukan seperti pengecut yang hanya diam tanpa mau mengakui kesalahannya,” perintah Zack.“Siang nanti aku akan menelepon Jane untuk meminta maaf padanya,” ucap Jackie patuh.“Jangan lewat telepon, itu akan terkesan jika kamu tidak serius meminta maaf padanya. Ajaklah Jane bertemu untuk makan atau sekedar jalan-jalan dan minta maaflah pada wanita itu dengan tulus
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







