“Mama akan pulang sekarang, kasihan Richard di rumah,” ucap Athena.Mendengar nama putranya di sebut, wajah Ariana menjadi murung. “Aku merindukan putraku.”“Dia baik-baik saja di rumah. Tidak perlu berpikir macam-macam. Istirahatlah di sini semalam dan pulihkan dirimu. Setelah itu besok kamu bisa bertemu kembali dengan Richard.” Athena menenangkan Ariana.“Titip Richard Ma. Maaf jika merepotkanmu,” ujar Ariana.“Tidak masalah. Mama suka menghabiskan waktu bersama Richard, dia anak yang baik dan tidak rewel. Jika kalian mengizinkan, Richard bisa tinggal bersamaku dan kalian bisa membuat lagi adik Richard.”“Mama ...! Baru kemarin aku melahirkan. Mana ada aku sudah disuruh membuat adiknya,” seru Ariana dengan rona malu di wajahnya.Semua orang yang ada kamar itu tertawa merespon perkataan Ariana, terutama David yang merasa sangat gemas dengan ekspresi istrinya. Meski untuk tertawa dia harus menahan rasa sakit, tapi dia menjadi ora
Read more