"Nakal ya lo sekarang, pinter amat bikin huru-hara," cengir Clarisa berlalu sebelum mendapat cercaan balik dari kakaknya. Sepeninggal Clarisa, Freya keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum pada Lucas, berusaha memberi isyarat bahwa ia masih baik-baik saja. "Aku nggak tau apa pun soal Clarisa, hampir aku cemburu ke dia," serang Freya yang ditanggapi oleh Lucas dengan tawa. "Kalian beda banget karakternya, satunya galak, dingin, tapi bucin, satunya ceria, terbuka, dan asik banget! Siapa yang sangka kamu punya adek semuda Clarisa?" "Dia adek dari ibu yang berbeda. Nggak tau lah gimana Papa bisa berbuat kesalahan, tapi buatku, Cla bukan kesalahan. Aku udah pengin ngenalin kamu ke dia, tapi Cla sibuk les sampe malem, dia lagi persiapan masuk universitas kan. Makanya susah nyari waktu luangnya," balas Lucas. "Seenggaknya dengan adanya Cla, aku sedikit lebih tenang. Ada orang lain di pihakku selain kamu Mas," ucap Freya lega. Lucas mengangguk, dengan berani dikecupnya bibir Freya
Baca selengkapnya