"Apa nih?" tanya Tamara penasaran, "Cincin tunangan?" Freya menaikkan dagunya sombong, "Baguslah kalo kamu udah bisa nebak, jadi aku nggak usah repot-repot ngasih tau," jawab Freya. "Mana kuliat?" Tamara menarik pergelangan tangan Freya, tapi Freya bertahan. "Apa sih? Liat dari situ kan bisa, nggak usah pake pegang segala!" sahut Freya sengit. "Yaelah, pinjem sebentar, aku penasaran aja. Orang sekaya Mas Lucas masak ngasih cincin tunangan begini doang," cibir Tamara, "nggak mencerminkan image-nya.""Nggak usah banyak omong kamu Tam! Kalo nggak ngerti apa-apa nggak perlu sok menilai orang. Mau cincin semahal apa pun kalo orang yang ngasih nggak bisa mengayomi kayak Iwan, aku mah ogah," balas Freya. "Ah, iya sih. Mas Lucas itu melindungi banget. Sifatnya yang begitu yang bikin cewek pada jatuh cinta," ujar Tamara sambil berkhayal. "Berhenti ngebayangin Mas Lucas yang nggak perlu, dia begitu ke kamu karena kamu adekku. Kalo kamu nggak ada hubungan apa-apa sama aku, dia nggak akan s
Read more