LOGINLucas Alexander Bhaskara, CEO muda yang mengejar cinta pertamanya Freya Nawilla Gayatri sampai harus menyembunyikan identitasnya. Pertemuan awal mereka yang unik dan berkesan membawa perasaan di hati Lucas yang mati suri kembali hidup lagi. CEO dingin ini bahkan sekuat tenaga merengkuh Freya dalam genggamannya, bagaimanapun caranya.
View More'I can handle this Frey,' gumam Lucas tanpa semangat, 'jangan khawatir,' ucapnya. Freya tersenyum, "Fokus aja dulu sama kerjaan di sana ya. Aku yakin kamu pasti bisa ngatasinnya," ujarnya tahu bahwa sebenarnya Lucas sedang mencoba terdengar tak memiliki beban, "biar aku di sini selesain juga masalah prasangka tadi. Baru setelah semuanya mereda, kamu bisa ketemu Ayah dengan pikiran dingin dan nggak terbebani urusan kantor," pintanya lembut. Lucas menghela napas berat, 'Whatever you say, Sugar. Keep in touch! Kabari kalo ada apa-apa ya," pintanya. "Iya Mas. Selamat bekerja ya," ucap Freya bersamaan dengan Lucas yang menutup sambungan. Lucas terdiam sebentar setelah memasukkan ponselnya ke dalam saku jas. Nino yang berdiri di sampingnya terlihat tak berani menegur. Ia tahu betul bahwa sang bos besar tengah banyak fikiran. Nino hafal sekali raut wajah Lucas saat sedang dilanda masalah. Ia tak ingin membangunkan Jaguar PMS di saat pawangnya berada jauh dari jangkauan. "Ada apaan
"Dia masih lajang dan Freya satu-satunya perempuan yang bakal dia nikahi Ayah!" sengal Freya habis kesabaran. "Jangan mencoba ngelawan Ayahmu begitu, Freya!" Bu Iin ikut membuka suara, "Kami kirim kamu ke Jakarta itu buat kuliah, bukan buat kerja kotor!" "Aku nggak kerja kotor Mah! Semua uang yang kukirim ke Mamah itu hasil kerja aku magang di Ganesha," Freya gemas sendiri karena tak ada yang mau mendengar penjelasannya. Ia berlari keluar menemui Bimo yang masih berdiri sabar di dekat mobil. "Semua nggak berjalan sesuai rencana?" tanya Bimo simpati. Ia langsung mematikan rokok yang tadi sempat disulutnya. "Maaf ya Bang, jadi ribut gitu Ayah," sesal Freya tak enak hati. "Nggak pa-pa. Nanti gue ke sini lagi bareng Lucas. Wajar kalo ayah lo kaget ngeliat kejadian yang tiba-tiba begini. Gue balik dulu. Semua oleh-oleh udah gue turunin tuh," tunjuk Bimo ke arah teras rumah Freya. "Iya makasih Bang, maaf sekali lagi. Ati-ati ya," ucap Freya lirih. Bimo masuk ke dalam mobil, pe
"Pangandaran!!" sorak Tamara merentangkan kedua tangannya begitu turun dari pesawat. Ia tampak menghirup aroma udara dalam-dalam, diam-diam merindukan tanah kelahirannya. Sementara, Freya turun dibantu Bimo. Di dekat pintu kedatangan yang sangat sepi itu, sebuah mobil Range Rover warna abu disiagakan khusus untuk menyambut Freya. Bimo sengaja mengurus akomodasi Lucas selama di Pangandaran senyaman mungkin. Range Rover itu disewa selama waktu yang tidak ditentukan, sesuai kebutuhan sang sultan. "Udaranya nyaman," puji Bimo membuka obrolan sambil menerima tas ransel Freya untuk ia bantu membawanya. "Selamat datang di Pangandaran Bang, lain kali ajak Dena ke sini buat liburan," kata Freya mengembangkan senyumnya. Ia masih berusaha menata hatinya akibat manuver landing dari pesawat jet yang sedikit memicu gejolak di perut dan jantungnya. "Kenapa? Mual?" tanya Bimo perhatian. "Nggak usah manja deh Teteh! Emang badan kampung susah diajak naek pesawat mahal!" kritik Tamara merasa ke
Tak berapa lama Nino kembali masuk ke dalam ruangan. Wajahnya tak kalah kusut dari Lucas. Mereka berdua adalah inti Bhaskara. Jika mereka saja frustrasi, yang lain pasti lebih panik ketika mendengar masalah besar yang mengancam kelangsungan perusahaan ini. "Mereka sedang bersiap Pak. Saya suruh bawa semua materi yang bisa dijadikan solusi. Saya juga panggil bagian keuangan dan purchasing, sebagai pembanding dan pemberi bahan pertimbangan," ucap Nino. "Oke, makasih No," kata Lucas lega bahwa ia masih memiliki Nino yang sangat bisa diandalkan dalam situasi semacam ini. "Apa menurut kamu, kita perlu keluarin kartu truf kita?" tanya Lucas lagi, terdengar tak memiliki cara lain. "Kita tunggu solusi dari anak-anak dulu Pak Bos. Kartu truf bukan cara kita kan? Itu adalah opsi terakhir ketika kita sudah terluka parah. Kemaren kita sempat membahas kerja sama dengan Bank Mandiri Jaya dan BCA Care, saya kira itu bisa jadi jalan keluar yang cukup mengimbangi langkah mereka," terang Nino ma
'Mana mungkin keluarga terhormat Bhaskara begitu sama calon menantu yang selalu ditunggu-tunggu,' balas Nenek Sarah berusaha untuk tidak membuat Lucas kecewa. "Nenek yang jamin ya? Kalo sampe yang sangat aku takutin kejadian, Nenek tau kan konsekuensinya?" tanya Lucas masih bernada mengancam. 'I
"Ke depannya?" Lucas melirik tajam ke arah Freya. "Aku minta maaf, serius aku nyesel udah bikin kamu marah begini," sesal Freya. "Kamu tau aku nggak bakalan begini kalo emang nggak keterlaluan, iya kan Frey?" tanya Lucas akhirnya benar-benar menatap lekat wajah gadisnya, sedikit luluh, pandangan
Aku masuk sini itu buat nyuruh kamu makan Mas, bukan buat ngabisin separuh makananmu!" keluh Freya kesal. "Aku udah kenyang Frey, lagian aku nggak enak makan kalo kerjaan belom kelar," jawab Lucas sudah lanjut sibuk mengamati layar laptopnya. Freya menatap kesal tapi tergoda juga untuk menghabisk
"Knock, knock, udah makan siang?" tanya Lucas mengetuk meja kerja milik Freya sambil mengembangkan senyum termanisnya. Semua orang di ruangan menoleh keduanya takjub. Lucas tidak pernah begini sebelumnya dengan pegawai perempuan. "Su-sudah Bos," balas Freya tergagap, dan dihadiahi senyuman lagi o












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore