LOGINLucas Alexander Bhaskara, CEO muda yang mengejar cinta pertamanya Freya Nawilla Gayatri sampai harus menyembunyikan identitasnya. Pertemuan awal mereka yang unik dan berkesan membawa perasaan di hati Lucas yang mati suri kembali hidup lagi. CEO dingin ini bahkan sekuat tenaga merengkuh Freya dalam genggamannya, bagaimanapun caranya.
View More"Aku nggak ngerti harus gimana," bisik Freya tak kalah terluka. Seakan kepercayaannya pada Lucas lenyap begitu saja. Lelaki yang selama ini diyakininya sebagai satu-satunya sosok yang berhak menyentuhnya, ternyata hanyalah orang asing. Lucas seakan sengaja membiarkan Freya larut dalam salah paham yang sangat lama. "Aku nggak akan nahan kamu kalo kamu emang nggak mau bertahan di sisiku. Satu-satunya kejadian yang mengikat kita ternyata hanya salah paham yang menurut penilaianmu sangat dangkal artinya. Atau aku yang mengartikannya terlalu dangkal?" gumam Lucas beranjak dari ranjang dan memunggungi Freya. "Kalo aja kamu jelasin sama aku dari awal, Mas.""Aku udah coba, tapi kamu selalu bilang buat jangan mengungkitnya. Iya, semua salahku. Seandainya malam itu aku cukup brengsek buat nidurin kamu, pasti kita bakalan baik-baik aja sekarang. Kamu tau Frey, aku jadi nyesel udah bersikap layaknya cowok malaikat malam itu cuma buat nolongin kamu. Seandainya aku tau logika kamu terbalik kayak
"Jawab aku Mas!" desak Freya tak sabar. "Apa?" balas Lucas pura-pura bingung. "Malam di club itu, apa yang sebenernya terjadi dan sejauh apa interaksi kita di sana! Jelasin ke aku sejelas-jelasnya!" Pertanyaan Freya mengenai masa lalu pertemuan mereka membuat atmosfer seketika berubah dingin. Lucas harus menegaskan dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Menyembunyikan semua kenyataan yang ada tidak akan berarti apa-apa sekarang, toh Freya sudah menjadi pacarnya. Diusapnya punggung Freya lembut. Ia bangun dari posisi tidurnya dengan Freya yang masih duduk di atasnya. Jemarinya menyusup ke balik punggung Freya, membantu gadisnya memasang lagi kait bra yang tadi sempat dilepasnya. "Apa nggak ada yang terjadi? Apa kamu nggak nyentuh aku sama sekali?" gumam Freya panik. Memori Freya bagai ditarik ke belakang, jauh. Ia yang semula mengira Lucas adalah lelaki penghibur eksklusif ternyata adalah seorang CEO perusahaan besar. Mana mungkin seorang penghibur. Ia tahu bahwa Lucas ada di cl
"Mas," erang Freya saat jemari Lucas mulai melepas kaitan bra-nya. "Hem," jawab Lucas menggeram, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Freya dan menumpahkan segenap hasratnya di sana, membuat satu tanda kepemilikan. "Apa bakalan sakit, Mas?" tanya Freya tiba-tiba, membuat Lucas seketika berhenti menciumi lehernya. "Waktu di club itu, pikiranku kacau dan aku setengah sadar, jadi aku nggak bisa menikmatinya. Apa bakalan sakit?" jelasnya lagi. Lucas akhirnya benar-benar berhenti. Ditatapnya wajah Freya dalam, lalu ia tertawa cekikikan. Suasana panas dan intim yang semula begitu pekat mengisi atmosfer berubah hangat. "Kenapa kamu tanya ke aku? Mana aku tau rasanya," kekeh Lucas tak henti tertawa. "Dulu gimana pas sama Rega?" tanyanya serius. Freya menggeleng cepat, "Kayaknya itu salah satu alasan terbesar kenapa dia selingkuh sama Keisya," lirihnya. "Kenapa? Kamu nggak bisa muasin dia? Gaya bercinta kamu monoton? Atau emang dia nggak pernah puas?" tebak Lucas vulgar. Reflek Freya
Seperti harapan Freya, Lucas justru berbaring di ranjang lagi sambil bertelanjang dada. Ia biarkan tubuh seksinya itu dinikmati sang pacar secara cuma-cuma. "Tubuh itu! Tadi udah diraba-raba!" geram Freya tak terima. Lucas tertawa. Dibawanya jemari Freya agar menyentuh dada bidang berhias 'abs' samar di perutnya yang menggoda. Lantas ditariknya pergelangan tangan Freya agar gadisnya itu berbaring memeluknya. "Kalo khawatir aku diapa-apain, khawatir aku selingkuh, kamu harusnya stay 24 jam di sisiku terus," bisik Lucas mengecup kening Freya penuh cinta. Freya menggeliat risih, apalagi saat kedua telapak tangannya bertengger di dada Lucas yang bermuatan zat adiktif itu. Ia tak berani menatap Lucas, takut khilaf dan menerjangnya lebih dulu. "Kalo perlu, kita nikah besok," lanjut Lucas. "Kamu gila ya Mas?" sentak Freya panik. Wajahnya memerah. "Gila karena kamu nggak pa-pa kan?""Kamu serius bucin ya sama aku?""Besok ke Pangandaran, minta restu buat nikah!" putus Lucas serius. "J
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore