Jejak bazar amal masih tampak di halaman rumah yang belum sepenuhnya sepi. Suara tawa warga perlahan mereda, berganti ucapan terimakasih yang tulus. Salma berdiri sejenak di tengah halaman, membiarkan aroma nasi hangat itu menenangkan hatinya. Untuk pertama kalinya sejak pagi, ia merasa langkah yang diambilnya tidak salah.Salma melangkah masuk ke dalam rumah. Arkana sudah terlelap di dalam boks bayi nya, tak terusik oleh sisa-sisa ketegangan yang masih menggantung di udara. Di ruang tamu, Bu Mayang duduk dengan kaku, memperhatikan Salma dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara amarah yang tertahan dan rasa malu yang mendalam.“Kau merasa sudah menang, Salma?” suara Ibu Mayang memecah kesunyian, dingin dan tajam.Salma menoleh, sorot matanya tenang. “Aku tidak sedang bersaing dengan Ibu. Aku hanya ingin melakukan yang menurutku benar untuk Arkana.” “Benar untukmu atau sengaja ingin melawan?” suara itu terdengar lebih berat dari sebelumnya.Salma terdiam sejenak, sebelum m
Terakhir Diperbarui : 2026-05-05 Baca selengkapnya