Jin Zhen turun dari kereta kuda sederhana yang berhenti di depan kompleks penjara kekaisaran. Bangunan itu berdiri kokoh dengan dinding batu abu-abu yang tinggi, dipenuhi lumut akibat usia. Jejak kaki Jin Zhen di atas halaman berpasir berhenti tepat di akses masuk yang dihalangi oleh dua penjaga dengan tombak di genggaman yang tengah berdiri tegak. Salah seorang penjaga mengambil selangkah maju seraya mengulurkan telapak tangan ke depan.“Sesuai aturan, kami harus memeriksa setiap orang yang ingin menjenguk tahanan beserta barang bawaannya,” kata penjaga itu dengan tegas namun tetap sopan.Jin Zhen langsung menyetujuinya.Salah seorang penjaga mulai bergerak untuk memeriksa seluruh tubuhnya secara sopan, meraba lengan, pinggang, dan punggung, memastikan tidak ada senjata tersembunyi.Sedangkan, penjaga lainnya membuka kotak kayu yang merupakan rantang makanan dibawanya sedari tadi.Di dalamnya hanya terdapat beberapa roti kukus hangat, semangkuk sup ayam, sayuran rebus, acar lobak,
Read more