Eveline menatap lurus pada punggung David yang masih bergetar dan bersimpuh di atas lantai. Menyaksikan seorang ayah yang dulu begitu tangguh dan terlihat angkuh kini berada di titik serendah ini, ada sudut di hati Eveline yang mendadak terasa kosong. Napasnya diembuskan perlahan, mencoba meredam gemuruh di dadanya sendiri. “Hidup masih berjalan, Papa,” ucap Eveline, suaranya melunak satu tingkat, meski tetap terdengar kokoh. “Hari ini mungkin memang badai, tapi besok atau lusa, bisa jadi tidak lagi. Kalau Papa memilih pergi sekarang, lalu siapa yang akan menjaga Leslie?” David perlahan mendongak dengan mata yang basah, sementara Eveline melanjutkan kalimatnya tanpa mengalihkan pandangan. “Papa tahu sendiri bagaimana Leslie dihina habis-habisan di luar sana karena masalah ini. Jadi, tetaplah hidup. Buktikan pada dunia, sekalipun tanpa pertanggungjawaban dari pria itu, Leslie dan bayinya tetap bisa hidup dengan layak karena dia punya Kakek yang hebat. Bukankah harusnya Papa punya pi
閱讀更多