“Gugurkan?” Leslie mengulang kata itu dengan suara yang parau, bergetar hebat di antara rasa syok dan tidak percaya. “Kamu gila, Felix?! Aku tidak mau! Ini nyawa, dan ini darah dagingmu sendiri!” Felix mendengus kencang, memutar bola matanya dengan malas, raut wajahnya menjelma jemu. “Ya sudah, kalau kamu tidak mau menggugurkannya, itu urusanmu. Jangan pernah kejar-kejar aku lagi!” sentak Felix, menepis kasar rengkuhan tangan Leslie hingga jarak melebar di antara mereka. “Toh, dari awal kamu juga tidak bisa membuktikan secara sah kalau janin itu memang anakku, ‘kan? Bisa saja kamu tidur dengan pria lain untuk menjebakku karena keluargaku kaya.” Kata-kata Felix barusan terasa seperti pisau berkarat yang ditancapkan langsung ke jantung Leslie. “Felix ... tega-teganya kamu bicara begitu!” “Mulai sekarang, tidak usah sok kenal lagi denganku. Anggap saja kita tidak pernah ada hubungan apa-apa!” Tanpa memberikan kesempatan bagi Leslie untuk membalas, Felix berbalik badan. Ia melangkah
Read more