"Kau yang minta, Lisa. Jangan salahkan aku kalau kau ketagihan, gak bisa jalan normal besok pagi," balas Rian dengan nada rendah.Tangan Rian kini aktif meremas dan menjelajahi setiap inci tubuh Lisa yang berkeringat.Rian membalik posisi dengan gerakan yang sangat cepat, meski dalam ruang sempit, kini dia yang berada di atas, menekan Lisa ke arah jok penumpang yang sudah sepenuhnya direbahkan.Dia memacu gerakannya lebih cepat dan bertenaga, membuat Lisa hanya bisa meracau tidak jelas sambil memeluk leher Rian dengan sangat erat. Keringat mereka bercampur, menciptakan aroma gairah yang memenuhi kabin mobil mewah tersebut."Ahhh! Rian, pelan sedikit. Aaah….” Lisa mendesah tidak karuan.“Enak? Mau lebih keras? Tahan sedikit,” bisik Rian.“Ouuuh ... Baby, jangan pelan! Hentakkan lagi, lebih dalam … lebih dalam, ssssh.” Lisa merintih dengan mata terpejam rapat, menikmati setiap terjangan yang diberikan Rian."Diamlah, atau orang luar akan mendengar suaramu," bisik Rian sambil mengecup t
Leer más