LOGINRian hanyalah pemuda polos di bagian Quality Control (QC) mainan dewasa. Pekerjaan yang tidak dia sukai karena merasa tertipu, sampai dirinya menemukan rahasia paling kelam bosnya. Pelanggan utama produk pemuas itu adalah Arum, sang CEO janda yang dingin dan sulit disentuh. Malam itu, sebuah kesalahan produksi memaksa Rian mendatangi kediaman Arum. Di tengah suasana yang memanas, sebuah suara dari hologram berlayar biru mendadak bergema di kepala Rian. [Sistem Inisialisasi: Gantikan produk yang rusak. Target: Sang Ratu Es!]
View More“Ibu, kami minta restu Ibu,” kata Rian sambil berlutut, diikuti oleh keempat istrinya yang melakukan hal yang sama. “Rian tahu ini tidak biasa. Tapi Rian sudah dewasa, dan pilihan ini sudah Rian pikirkan matang-matang. Mereka semua baik, Bu. Mereka mencintai Rian dan saling menyayangi seperti saudara,” imbuh Rian.Sumarni terdiam beberapa saat. Kemudian air matanya jatuh, tetapi bukan karena kesedihan. Dia menatap satu per satu para menantunya yang cantik-cantik di hadapannya.“Bangun, Nak. Bangun kalian semua,” ucap Sumarni dengan suara bergetar, “Ibu ... ibu hanya ingin kamu bahagia, Rian. Dan melihat kalian semua datang bersama, dengan wajah yang teduh ... Ibu yakin, ini jalan yang Tuhan berikan untuk kalian,” sambungnya.Ria, kakak ipar Rian, ikut menangis haru di samping ibu mertuanya.“Rian ... gak nyangka kamu bisa jadi begini. Andai. Bapak masih ada, beliau asti senang liat kamu sukses,” kata Ria tulus.“Kak, Rian ada sesuatu yang ingin Rian beri untuk Kakak,”cakap Rian.Rian
“Gak, Coach. Kak Bram ga punya banyak waktu. Tolong bawa dia ke rumah sakit, biar aku yang selesaikan ini sendiri,” lontar Rian.Lelaki itu menatap Rian dengan ragu, tetapi melihat tekad di mata pemuda itu, dia akhirnya setuju. “Aku yakin kau bisa menang. Aku berangkat dulu,” pamit lelaki itu sambil membawa Bram.“Terima kasih, aku gak bakal kalah,” jawab Rian sambil mengibaskan jaketnya.Lelaki itu membopong tubuh Bram yang hampir tidak sadarkan diri menuju mobilnya. Suara ban berdecit meninggalkan area bongkar muat, meninggalkan Rian berdua dengan pria jaket kulit hitam yang kini menyeringai sinis.“Kau bodoh melepaskan bantuan satu-satunya, Rian. Kau pikir kau bisa mengalahkanku sendirian?” ejek pria itu sambil memutar pergelangan tangannya.Rian tidak menjawab, dia sedang berpikir apakah akan meminta bantuan sistemnya atau tidak.‘Bul, aktifkan analisis semua pola gerakannya,’ pikir Rian.Perintah diterima, Host. Mode analisis aktif.Peningkatan refleks dan kekuatan fisik sebesar
Rian turun dari ranjang, menuju kamar mandi membasuh Jaka dan mengenakan pakaian dengan tergesa dan membuka pintu.“Vania? Ada apa?” tanya Rian heran.“Kau ini, lama sekali. Kakak hilang!” seru Vania panik.“Apa? Kapan?” tanya Rian sambil membimbing Vania masuk.“Sejak berangkat sampai sekarang belum pulang. HP juga ga aktif,” jawab Vania setengah menangis.“Loh, tadi bareng kok pergi dari pelabuhan pas musuh udah kabur. Nih minum dulu.” Risa menyodorkan segelas air putih yang tadinya untuk suaminya.Rian segera menuju meja kecil tempat laptopnya berada. Dia melacak keberadaan Bram, juga meminta sistem untuk memeriksa seluruh jaringan CCTV kota.Rian terkejut melihat posisi terakhir Bram, lelaki itu berada di sebuah supermarket penyedia daging segar terkemuka di kota itu. “Risa, tolong kamu telepon mentor trainer bela diri di tempat kebugaran Global Tech. Dia pernah janji bantu aku, bilang temui aku di Rakasa Market. Bram terakhir ada di sana!” perintah Rian serius.“Oke. Vania … kam
“Sssh, enak …,” gumam Rian.Rian mengatur napas yang kini mulai memburu, lalu mempercepat ritme naik turun pinggul yang sesekali bergoyang tersebut. Beberapa gerakan kemudian, Risa memekik kecil, tubuhnya bergetar hebat saat orgasme pertamanya datang. “Aaaah, Risaaa …,” desah Rian.Rian tidak kuasa menahan Jaka yang sudah meronta penuh kenikmatan di dalam kawah Risa, lalu memekikkan namanya dalam napas berat saat orgasmenya menyusul. Tubuh mereka berdua menegang, lalu berdua terdiam, dada naik turun, napas tersengal dan Rian membiarkan Jaka terkulai di dalam kawahSetelah hasrat membara terlewati dan reda, Risa bersandar di dada Rian. Hampir satu jam berlalu dalam keheningan, Risa mulai mencumbu suaminya lagi. Rian yang sedang memeriksa pergerakan saham di ponselnya mulai kehilangan fokus. “Kamu mau lagi? Lebih panas, ya,” bisik Rian pelan.“Yang enak, ya,” goda Risa sambil tersenyum.Rian meletakkan ponselnya begitu saja di atas meja nakas, membiarkan layar yang menampilkan grafik
Arum terpekik karena Jaka melesak paksa, karena otot kawahnya yang mengencang, membuat Jaka merasa jepitan yang membuatnya ingin melesak lebih dalam lagi.Rian tidak peduli dengan dengan pekik tertahan, kemudian Arum menghempaskan kepala ke belakang sambil meracau tidak karuan. Tangannya meremas se
"Saya apa? Mau pulang?" tanya Arum datar."i-iya, Bu. Ini kan udah tengah malam, gak baik laki-laki menggemaskan kayak saya ada di luar. Lagian kenapa belom pake baju, Bu. Ntar masuk angin loh itu si bewok," jawab Rian makin kurang ajar, sambil menunjuk kawan milik Arum yang klimis."Enak aja kamu
"Ma-maaf, Bu. Boleh saya bersuara?" tanya Rian hati-hati. "Bukannya kamu udah bersuara? Eror juga kamu kayak prototipe itu? Bikin kesel aja," sahut Arum. Ding! Skill Pesona ketampanan aktif! Dalam situasi yang begitu canggung dan emosional, Rian mendekati Arum perlahan, kemudian merangkul bahuny
Ding! Misi tambahan: Bandingkan host dengan prototipe Hadiah misi: Pesona ketampanan level dua! 'Makin ngelunjak nih sistem. Oi ... mukaku emang udah ganteng, salahnya cuma miskin aja,' pikir Rian. Menimbang desakan jomblo akut tak terbelai sepanjang masa, Rian akhirnya memilih menjalankan misi.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore