Pertanyaan Theo menciptakan keheningan yang cukup mencekam di meja makan itu. Felicia dan Kate saling bertukar pandang cepat, tapi tak ada yang langsung menyela. Seolah menunggu waktu yang tepat untuk salah satu di antara mereka bicara.Daven masih dalam posisinya—tenang, dingin, seperti tidak tersentuh pertanyaan itu. Tapi Vanessa mengambil momen itu dengan lihai. Ia menunduk pelan, menghela napas berat, lalu mengangkat wajahnya dengan mata yang mulai menetes membasahi pipinya.“Dad,” suaranya bergetar. “Aku mencoba, sungguh. Aku berusaha. Aku benar-benar mencoba menjalani pernikahan ini sebaik mungkin. Tapi tidak semua hal berjalan sesuai keinginanku.”Theo mengernyit. “Apa maksudmu, Vanessa?”“Kadang aku merasa ... aku terlalu banyak berharap,” lanjut Vanessa dengan ekspresi yang sempurna. Sedikit sedih, sedikit rapuh, tapi tetap menjaga elegansinya. “Aku tahu Daven pria sibuk. Aku tak pernah menuntutnya untuk selalu bersamaku. Tapi ... aku juga manusia biasa, Dad.”Daven masih dia
Last Updated : 2026-05-05 Read more