مشاركة

[73]

مؤلف: Major_Canis
last update تاريخ النشر: 2026-05-05 06:53:02

“Apa ... yang kau katakan?” Vanessa bangkit dari kursinya, napasnya memburu tak beraturan.

“Aku menceraikanmu,” ulang Daven, kali ini dengan suara yang lebih tegas. “Suratnya akan dikirimkan resmi besok pagi.”

Suasana meja makan sontak gaduh.

“Daven Callister!” suara Theo membentak keras. Kursinya terseret mundur saat ia ikut berdiri. Matanya membelalak marah, tertuju pada Daven yang justru tenang sekali menikmati minumnya. Sialan pria itu! Apa yang sebenarnya Daven pikirkan?

“Kau pikir ini lel
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [178]

    Daven hanya bisa menatap punggung ibunya yang pergi menjauh bersama seorang perawat. Sepertinya mereka sangat terburu-buru melakukan sesuatu. Tapi apa? Apa ada hal buruk yang terjadi selama Daven tak ada di sini? Kenapa Althea tak mengatakan apa pun pada Chase? Apa lagi-lagi wanita itu menanggung banyak hal seorang diri?“Jadi ... Felicia,” Kali ini Daven menatap adiknya dengan sorot tegas. Yang membuat Felicia hanya bisa menelan ludah gugup karena Daven tak akan dengan mudah membuatnya memberi banyak alasan.“Katakan padaku, apa yang terjadi?”Felicia menunduk, bibirnya bergetar. “Daven ... dokter baru saja memberi kabar yang—“ Ia semakin menunduk. “Kau tahu, buruk sekali. Josh kehilangan banyak darah. Dia membutuhkan banyak kantung darah.”“Kalau begitu, aku bersedia memberikan darahku. Sebanyak yang dokter inginkan,” sela Daven dengan cepat. “Di mana dokternya? Aku harus menemuinya

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [177]

    “Felicia? Di mana Josh? Tidak. Bagaimana keadaan Josh?”Felicia tertegun sejenak. Ia tak menyangka jika orang yang ingin dihubungi, ternyata sudah ada di depan matanya. Meski wanita itu tampak pucat, wajahnya penuh gelisah, dan saat kate memeluk Felicia, tubuhnya gemetar hebat.“Mommy,” bisik Felicia tak percaya. “Bagaimana ... kau bisa ada di sini?”Bukannya menjawab tapi Kate malah tersedu di putrinya. “Aku tidak bisa membayangkan, Felicia. Josh… cucuku… bagaimana bisa dia terlibat dalam kecelakaan mengerikan itu? Ya Tuhan!” tangisnya semakin kencang. Ia tak peduli bagaimana penampilannya sekarang. “Aku benar-benar tak bisa memercayai hal ini. Padahal kemarin aku baru saja bertemu Josh, Felicia.”Felicia berusaha menenangkan ibunya. Ia memberi usapan lembut di punggung Kate sembari berkata. “Aku yakin tim dokter pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk Josh. Aku dan Althea

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [176]

    Felicia yang tadinya sibuk dengan ponsel, menatap Althea dengan heran. Ia merasa pertanyaan barusan sungguh tak berguna. Ibunya pasti akan menyetujui tanpa banyak keluhan.“Kau tak perlu khawatir. Mommy pasti akan datang membantu. Toh, dia tak akan mengabaikan keberadaan Josh.”“Saya harap, segera dilakukan. Setiap detik sangat berharga bagi Josh. Mohon untuk tidak menunda waktu.”“Iya, Dokter. Saya tahu,” tukas Althea. “Tapi ... bisakah memberi waktu sedikit saja. Ada yang ingin saya bicarakan terlebih dahulu.”Baik Dokter dan perawat yang sejak tadi menunggu Althea, akhirnya mengangguk. Mereka memilih berdiskusi untuk tindakan selanjutnya, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.“Ada apa Althea?” tanya Felicia dengan tatapan penuh tanya. Ia sampai menutup ponselnya. Di depannya, berdiri Althea yang membalas tatapan itu penuh lekat. “Kau .. masih terlihat ragu. Ke

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [175]

    Althea berulang kali menatap ruangan yang masih tertutup rapat itu dengan perasaan gelisah. Waktu yang berlalu, Althea merasa sangat lambat. Kapan dia mendapatkan kabar mengenai kondisi putranya?“Dokter pasti akan melakukan yang terbaik, Althea,” kata Felicia berusaha menenangkan Althea. Yang sejak tadi wajahnya terus saja menunjukkan kegelisahannya.“Kau sudah mengatakan itu tiga kali, Felicia,” kata Althea sembari menghela pelan. “Aku tahu dokter pasti melakukan hal itu. Tapi tetap saja, aku takut.”Sejak tadi, Althea tak mendorongnya menjauh. Meski kata-katanya terdengar sinis dan tatapan yang dia berikan pada Felicia masih menunjukkan rasa tak suka, tapi Felicia berusaha memahami. Jika semua yang Althea lakukan karena ulahnya di masa lalu. Andai saja Felicia berada di posisi Althea, mungkin sejak tadi Felicia sudah diusir dengan perkataan dan makian yang terdengar menyakitkan.Tapi Althea tak melakukan itu.

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [174]

    “Tuan, pihak kepolisian yang menangani kasus kecelakaan Tuan Josh, sudah datang.”Daven juga Chase segera menoleh, menatap dua orang pria berseragam lengkap yang datang untuk mengetahui, bagaimana sebenarnya kecelakaan itu terjadi.“Jadi ... Anda bisa memberitahu kami, Tuan Polisi?” tanya Chase tak sabar.Polisi yang hadir di ruang tunggu bicara hati-hati. “Kami sudah memeriksa sopirnya. Pria itu meninggal di tempat. Hasil visum sementara menunjukkan ia terkena serangan jantung mendadak. Mobil kehilangan kendali saat dikemudikan olehnya. Jadi dugaan sementara, ini murni kecelakaan.”“Jadi maksud Anda,” suara Chase terdengar menahan amarah yang berusaha ditekan, “semua ini hanya kecelakaan biasa?”Polisi itu mengangguk, nada bicaranya tetap formal. “Benar, Tuan Miller. Sopir mobil mengalami serangan jantung mendadak. Kendaraan keluar jalur, dan—” ia melirik c

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [173]

    “Maaf jika kehadiranku mengganggumu,” Felicia segera bicara. Menyela Daven yang mungkin ingin menyapa Althea dan menanyakan kabar putranya. “Aku tak bermaksud apa pun.”Althea mengusap sisa air matanya. Tatapannya tak lagi sendu tapi tajam dan mengarah tepat pada Daven yang berada tak jauh darinya. “Apa maksud semua ini, Daven?”“Kumohon tenang dulu, Althea.” Daven menghela pelan. “Felicia tak memiliki niat apa pun. Dia ... “ Daven melirik ke arah Felicia dan menggeleng pelan. “Dia hanya ingin tahu bagaimana keadaan Josh.”Bola mata Althea terbeliak tak percaya. “Jangan bilang kau ... memberitahunya?”“Tidak seperti itu,” sela Felicia cepat. “Aku tahu dari ibumu, Althea. Sungguh. Daven tak menceritakan apa pun mengenai Josh. Justru aku yang mendesaknya untuk mengatakan kebenaran yang sedang ia tutupi dengan banyak alasan yang masuk akal.”&ld

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [159]

    Entah sudah berapa kali Kate menghela napas setelah mendengar kabar ini. Ada banyak sekali hal yang berkecamuk di dadanya. Termasuk ...“Jadi ... saat aku bertanya padamu mengenai berita itu, kau berbohong?”Daven mengangguk tanpa ada keinginan untuk membantah lagi.

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [158]

    “Kenapa kau terkejut begitu?”Daven segera menoleh pada Arsen untuk mendapatkan jawaban tapi ternyata, asistennya itu sama terkejutnya dengan dia. Itu artinya sang ibu, Kate Callister, berkunjung secara mendadak. Sebenarnya Daven tak mempermasalahkan kunjungan ibunya, kapan pun

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [155]

    Althea tak pernah menyangka jika ia bisa bertemu dengan wanita paruh baya yang baik hati serta ramah ini lagi. Saat dia tengah menikmati liburan singkatnya kemarin, sebuah pesan masuk. Berasal dari Nyonya Yoshida Sugimura. Dia ingin bertemu dan Althea sanggupi. Lagi pula mumpung Althea masih ada

  • Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai   [154]

    “Apa kau bersenang-senang?” tanya Chase pada Josh yang ada di dekatnya. Mereka tengah menikmati santap siang yang disediakan resort di tepi pantai.“Ya!” Josh menenggak habis sirup rasa kelapa yang ia sukai. “Aku ingin menyelam lagi. Apa boleh, Daddy?”

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status