Pemandangan Lu Xiao memuntahkan darah itu disaksikan langsung oleh ketiga penjaga—Api, Air, dan Tanah.Begitu melihat itu, rasa gentar yang selama ini mengekang mereka seketika menguap tanpa sisa.Sorot mata mereka berubah—dari keterkejutan dan kebingungan, lalu menjadi sinis, lalu akhirnya menjadi rasa meremehkan yang terang-terangan."Lu Xiao, tidak peduli seberapa berbakat kamu, tidak peduli seberapa mengagumkan kamu di masa lalu—semua itu sudah jadi cerita lama. Sekarang, kamu hanya bisa berdoa agar kami memberimu kematian yang cepat!""Panglima Muda perbatasan utara, Orang Suci Kekaisaran, Dewa Perang yang Tak Terkalahkan... Tsk tsk, tidak peduli sehebat apa namamu, tidak peduli seberapa dominan sosokmu—hari ini kamu mati di tanganku. Kalau sudah kupotong kepalamu, pasti akan kujadikan cangkir minum anggur yang paling indah!""Terlalu tinggi menilai dirinya sendiri. Buat apa dijadikan cangkir—jadikan saja pispot. Orang ini memang hanya layak dijadikan barang itu!""..."Kata-kata
Read more