Rara, dosennya Wandra di Fakultas Kedokteran, sudah mencecar Wandra dengan ciuman bertubi-tubi.Rara berusia 34 tahun, seorang wanita cerdas, karismatik, dengan rambut hitam bergelombang yang selalu tertata rapi dan tatapan mata yang tajam.Wandra terkejut melihat reaksinya ini, di kantor dosen, apalagi ruang ini yang makin berantakan ini."Wandra?" suara Rara terdengar lembut, tapi ada sesuatu yang aneh dalam nadanya, semacam getaran yang tak biasa. Matanya tidak lagi menunjukkan kecerdasan akademis yang biasa Wandra lihat di kampus, melainkan tatapan yang panas dan membara.Wandra mencoba bangkit, menyembunyikan liontin di balik kaosnya. "Bu Rara? Ada apa, Bu? Kenapa Ibu seperti ini?"Rara tidak menjawab. Ia meninggalkan Wandra sejenak, mengunci pintu di belakangnya. Gerakannya lambat, seperti predator yang mengincar mangsanya. "Aku menginginkanmu, Wandra," katanya, suaranya kini lebih dalam, lebih serak. Ia mendekat, setiap langkahnya memancarkan aura gairah yang kuat.Wandra meras
Last Updated : 2026-05-03 Read more