Begitu jari-jari Wandra menyentuh liontin, sensasi yang sudah ia kenal kembali muncul. Liontin itu menjadi hangat—tidak, bukan hangat, tapi panas. Sangat panas hingga hampir membakar kulitnya.Wandra tersentak, hampir melepaskan liontin itu, tapi tangannya seolah tidak bisa lepas. Ia merasakan aliran energi yang kuat mengalir dari liontin ke tubuhnya, jauh lebih kuat daripada sebelumnya.Matanya masih tertuju pada gadis yang terbaring di ranjang. Dan saat itu, ia melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain.Di matanya, tubuh gadis itu tidak terlihat seperti mayat. Ia bisa melihat—tidak, merasakan—sesuatu yang masih ada di sana. Seperti sisa-sisa kehangatan, sisa-sisa energi hidup yang sangat lemah, hampir padam, tapi masih ada.Liontin itu berbisik kepadanya. Bukan dengan kata-kata, tapi dengan pengetahuan yang langsung masuk ke pikirannya. Ia tahu—entah bagaimana ia tahu—bahwa gadis itu belum benar-benar mati. Jantungnya berhenti, napasnya berhenti, tapi ada sesuatu yang masih
Last Updated : 2026-04-23 Read more