Enzo tersenyum dengan mata yang melengkung, lalu menjawab, "Oke! Aku akan menunggumu!"Sambil berkata begitu, dia juga mengangkat tiga jari. Kemudian, keduanya saling memandang dan tersenyum.Saat itu, wajah Enzo yang sebenarnya tidak terlalu tampan, di mata Arsy justru terasa sangat menarik. Dengan "filter" itu, semakin dilihat, semakin terasa bahwa Enzo itu baik.Tinggi, berkaki panjang, posturnya tidak kalah dari Niam. Kepribadiannya baik, tidak memiliki hubungan yang rumit. Di mata Arsy, semuanya adalah kelebihan.Namun, suasana hangat itu tiba-tiba hancur oleh kedatangan Niam. Niam masuk dengan tergesa-gesa, membawa setumpuk dokumen dan makanan yang dikemas rapi."Arsy, lihat ...." Kalimatnya terhenti mendadak, ekspresinya langsung menjadi dingin. "Siapa ini?""Niam, sepertinya aku nggak menyambut kedatanganmu," kata Arsy dengan dingin.Melihat sikap Arsy, Enzo langsung memahami situasinya. Pria ini kemungkinan adalah mantan yang sulit dilupakan Arsy.Mantan yang baik ... seharusn
Read more