Short
Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan

Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan

By:  SulkiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
28Chapters
39views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Hal paling konyol yang pernah dia lakukan seumur hidupnya adalah membawa pulang seorang tuan muda bangsawan yang bangkrut. Dia dan pria itu tinggal di kamar sewaan dengan harga satu juta per bulan, memakai kaus murahan seharga puluhan ribu dengan ongkir gratis, dan satu-satunya hiburan mereka adalah saling terjerat dalam keintiman setiap malam. Tujuh tahun kemudian, pria itu bangkit kembali. Hal pertama yang dia lakukan justru adalah mengadakan pesta penyambutan besar-besaran untuk cinta pertamanya yang pernah meninggalkannya. Ikan emas tak mungkin selamanya terkurung di kolam kecil. Dia selalu tahu, pria itu pasti akan pergi. Namun kali ini, sebelum pria itu benar-benar pergi, dia memilih untuk lebih dulu melepaskannya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Hal paling konyol yang pernah dia lakukan seumur hidupnya adalah membawa pulang seorang tuan muda bangsawan yang bangkrut.

Dia dan pria itu tinggal di kamar sewaan dengan harga satu juta per bulan, memakai kaus murahan seharga puluhan ribu dengan ongkir gratis, dan satu-satunya hiburan mereka adalah saling terjerat dalam keintiman setiap malam.

Tujuh tahun kemudian, pria itu bangkit kembali. Hal pertama yang dia lakukan justru adalah mengadakan pesta penyambutan besar-besaran untuk cinta pertamanya yang pernah meninggalkannya.

Ikan emas tak mungkin selamanya terkurung di kolam kecil. Dia selalu tahu, pria itu pasti akan pergi.

Namun kali ini, sebelum pria itu benar-benar pergi, dia memilih untuk lebih dulu melepaskannya.

....

"Kak, aku memutuskan untuk mendaftar program mengajar di desa pegunungan."

Orang di seberang telepon terdengar kaget. "Arsy, kehidupan di desa pegunungan itu sangat berat. Kamu benar-benar sudah memikirkannya matang-matang?"

Arsy tersenyum pelan. "Aku nggak punya orang tua. Hidup susah sudah biasa bagiku. Bisa membantu anak-anak di desa keluar dari pegunungan dan melihat dunia yang lebih luas itu justru hal yang sangat berarti bagiku."

"Terus, pacarmu? Aku dengar ... sekarang dia sudah jadi tokoh besar di dunia bisnis. Dia pasti nggak akan setuju kamu pergi ke tempat seburuk itu. Apalagi kalau kamu pergi, kalian akan sulit bertemu."

Pacar? Niam ... bisa disebut pacarnya?

Arsy tersenyum lagi. "Aku dan dia memang bukan berasal dari dunia yang sama. Selama ini aku hanya mencuri sedikit kebahagiaan. Sekarang aku sudah memutuskan untuk putus dengannya. Dia setuju atau nggak, itu nggak ada hubungannya lagi denganku."

Melihat tekadnya, orang di ujung telepon tak berkata apa-apa lagi. Sebelum menutup telepon, dia hanya mengucapkan satu kalimat terakhir, "Setengah bulan lagi berangkat. Siapkan semuanya dari sekarang."

Arsy mengiakan, lalu menutup telepon.

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar. Dia mengira kakak kelasnya masih ingin memberi instruksi tambahan, jadi dia segera membukanya. Namun, setelah melihat isi pesan itu, tubuhnya sedikit menegang.

Itu adalah sebuah video yang dikirim oleh Eira. Untuk merayakan kepulangannya ke tanah air, semua orang mengadakan pesta penyambutan besar. Adapun pria dalam video itu .... Itu adalah Niam.

Meskipun sudah tahu Niam mengadakan pesta penyambutan untuk Eira hari ini, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana. Namun, Eira tampaknya tidak sabar untuk memberitahunya.

Di dalam video, Eira menarik jas Niam dengan tatapan menyedihkan sekaligus lembut. "Niam, dulu aku nggak benar-benar ingin meninggalkanmu. Orang tuaku mengancam dengan nyawa mereka. Mereka nggak mengizinkanku menghubungimu. Aku benar-benar nggak punya pilihan."

"Maaf ... selama ini nggak ada satu hari pun aku nggak memikirkanmu. Jangan tinggalin aku. Maafkan aku ya?"

Niam tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengambil mahkota bertabur berlian dari samping, lalu memakaikannya dengan lembut di kepala Eira. Suaranya rendah, penuh emosi yang tertahan.

"Aku menunggumu setiap hari."

Mata Eira langsung memerah. Dia terharu dan langsung memeluk Niam. Niam pun tentu tidak menolaknya. Orang-orang di sekitar langsung bersorak, tepuk tangan bergemuruh.

Setelah video itu selesai, Eira mengirim pesan lagi. Nadanya penuh kesombongan dan kemenangan.

[ Hari ini ulang tahunmu, 'kan? Tapi gimana ya, Niam memilih menemaniku. ]

[ Kamu pasti sedih karena sendirian, 'kan? Perlu aku carikan seseorang untuk menemanimu? ]

Arsy hanya menatap layar ponselnya yang penuh kata-kata provokatif itu dalam diam. Namun, itu belum selesai. Orang-orang asing terus mengirimkan foto dan pesan kepadanya.

Ada foto Niam menemani Eira berbelanja, ada juga foto Niam menghamburkan uang demi membeli perhiasan mahal untuk Eira.

Dia tahu, semua foto itu dikirim oleh teman-teman Eira. Tujuan mereka hanya satu, memaksanya pergi dari sisi Niam.

[ Mukamu kok setebal itu sih? Kalau aku jadi kamu, dari dulu sudah diam-diam kabur, nggak perlu mempermalukan diri. ]

[ Ya, mereka itu teman masa kecil, saling cinta bertahun-tahun, cinta pertama masing-masing. Kamu itu apa? Cuma anak yatim piatu. Jangan-jangan masih berpikir bisa terus menguasai Kak Niam? ]

Arsy menggeser foto demi foto tanpa berkata apa-apa. Dia hanya diam-diam meneruskan semua foto dan pesan itu kepada Niam.

Sebenarnya, sejak awal dia sudah tahu bahwa Niam bukanlah orang yang akan selamanya berada di tempat kecil. Cepat atau lambat, dia pasti akan bangkit dan meninggalkannya. Hanya saja, dia tidak menyangka hari itu akan datang secepat ini.

Saat mengingat kembali masa SMA mereka, semuanya terasa begitu jelas di benaknya. Niam adalah juara satu angkatan, sekaligus pria paling populer di sekolah.

Saat itu, hampir semua siswi diam-diam menyukainya. Arsy pun salah satunya. Dia tahu pria itu adalah sosok yang tak mungkin bisa dia gapai. Selama tiga tahun di bangku SMA, Arsy meliriknya berkali-kali, tetapi tidak pernah berani menunjukkan perasaan sedikit pun.

Hingga saat tahun kelulusan tiba, Keluarga Charista tiba-tiba bangkrut. Ayah dan ibu Niam tak tahan dengan pukulan itu, lalu memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari gedung. Pada saat yang sama, Eira juga memilih meninggalkannya dan pergi ke luar negeri untuk belajar.

Di saat hidupnya paling terpuruk, barulah Arsy punya kesempatan untuk mendekatinya.

Untuk membayar utang, Niam bekerja tiga pekerjaan sehari. Suatu malam, dia bekerja paruh waktu di bar. Awalnya Arsy hanya khawatir dan diam-diam mengikutinya masuk.

Namun, karena suasana dan pengaruh alkohol, entah dari mana dia mendapatkan keberanian. Dia membawa Niam pulang ke kamar sewanya yang kumuh dan menjeratnya ke tempat tidur.

Sejak saat itu, mereka tinggal bersama. Siang hari Niam bersekolah, malam hari melakukan beberapa pekerjaan untuk melunasi utang.

Meskipun mengenakan kaus murahan seharga puluhan ribu, aura yang terpancar darinya tetap tidak bisa disembunyikan.

Di depan orang lain, mereka tidak pernah mengakui hubungan mereka. Bahkan di antara mereka sendiri, mereka tidak pernah benar-benar mendefinisikan apa hubungan mereka, meskipun hampir setiap malam mereka bersama dalam keintiman.

Mereka hidup bersama, seolah-olah hanya untuk saling menghangatkan.

Pernah suatu kali Arsy menghabiskan seluruh tabungannya, mengatasnamakan dirinya sebagai pacar Niam untuk membayar utangnya bulan itu. Namun, setelah mengetahui kebenarannya, Niam sangat marah. Sejak saat itu, Arsy tidak pernah lagi berani membicarakan soal perasaan.

Sebenarnya, dia selalu tahu alasan Niam tetap di sisinya hanyalah karena dia sedikit mirip dengan Eira. Karena itulah, malam itu Niam mau ikut dengannya dan bertahan di sisinya selama bertahun-tahun.

Selama ini, dia sering melihat Niam diam-diam membuka media sosial Eira di tengah malam, membuka foto demi foto, menatapnya selama setengah jam.

Cepat atau lambat, Niam pasti akan pergi, Arsy selalu tahu itu. Kini, hari itu akhirnya datang. Kalau begitu, untuk perpisahan kali ini ... biarlah dia yang mengatakannya lebih dulu.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
28 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status