Dior menatapnya tanpa sedikit pun berubah ekspresi."Bukankah Duke Muda lebih memahami maksud ucapanku daripada aku sendiri?"Alis Yelian langsung terangkat."Oh. Jadi memang menyindir."Dior tidak membantah. Ia juga tidak mengangguk. Sikap diamnya justru menjadi jawaban yang paling jelas. Melihat itu, sudut bibir Yelian berkedut tipis."Aku mulai mengerti.""Mengerti apa?" tanya Dior singkat."Mengapa Ayah mengatakan kau menyebalkan."Celia spontan menepuk dahinya sendiri. Sementara Siera hanya bisa mengembuskan napas panjang."Kalau begitu, mari kita masuk." Ucap Celia yang sejak tadi berdiri di tengah suasana canggung itu akhirnya tersenyum kecil.Itu seolah menjadi penutup percakapan antara Dior dan Yelian. Tanpa menunggu jawaban lagi, Celia lebih dulu berjalan memasuki kastil, diikuti Siera. Yelian berjalan di sisi adiknya, sementara Dior berada beberapa langkah di belakang mereka dengan tenang.Di sepanjang koridor, Celia tiba-tiba menoleh kepada Yelian."Ngomong-ngomong, Duke M
Baca selengkapnya