Siera membelalak ketika mendengar suara dari gerobak. Ia langsung mengenalinya.Dior.Air matanya jatuh, sementara Yelian ikut terdiam. Seluruh halaman istana mendadak sunyi. Para bangsawan, prajurit, bahkan rakyat di luar gerbang berhenti bersorak. Kaisar pun menatap gerobak dengan wajah yang sulit dibaca.Tak lama kemudian, jerami di atas gerobak bergerak. Dior perlahan bangkit. Rambutnya berantakan, tubuhnya penuh luka, dan pakaiannya kotor, tetapi tatapan merahnya tetap dingin seperti biasa.Dior turun dari gerobak dan berjalan menuju Kaisar. Ia berhenti beberapa langkah di hadapannya, lalu menundukkan kepala sedikit. Bukan karena hormat, melainkan sekadar formalitas."Salam, Paman."Kaisar masih tidak menjawab. Dior mengangkat wajahnya kembali."Aku kembali."Siera menutup mulutnya, menahan tangis. Setelah berhari-hari mendengar bahwa Dior telah mati, kini lelaki itu benar-benar berdiri di hadapannya. Hidup, meski terluka dan penuh darah.Yelian hanya diam di sampingnya. Siera ak
Read more