Di luar, bulan purnama bersinar terang. Cahaya keperakannya menerobos, masuk lewat jendela kamar Dongmei yang dibuka lebar. Wanita itu duduk di sana, termenung, menatap sang rembulan di kejauhan. Pikirannya melayang, ada sesuatu yang aneh terjadi di dalam diri.Beberapa hari ini dia tidak bisa tidur nyenyak, hatinya selalu resah, pikirannya tertuju kepada orang itu. Dongmei mendesah, terdengar berat. Dia menyandarkan tangan ke sisian jendela. Mulutnya mulai bersenandung, terdengar merdu, tapi syarat kesedihan,“Tuan Putri, lagu apa yang sedang Anda senandungkan?” Tao Tao bertanya heran. Bahasa yang diucapkan tuannya tidak bisa dia mengerti. Dayang muda itu meletakkan nampan berisi makanan dan minuman ke atas meja. Kakinya melangkah pelan, memutus jarak diri dengan sang tuan saat tidak mendapat jawaban.Tao Tao melepas napas panjang. Kedua matanya mengikuti arah pandangan Dongmei. “Bulannya sangat cantik.”Dongmei tersenyum, mengang
Ler mais