Putra mahkota mengganggukkan kepala, terlihat lega mendengar kesungguhan adik perempuannya. “Aku hanya ingin kau bahagia,” ucapnya.Suara alunan music pernikahan mengalun, memenuhi udara. Suara tawa dan obrolan memenuhi ruangan, menyaru dengan aroma arak manis dan makanan enak.Kekehan pelan Dongmei terdengar mengejek, setidaknya di telinga Liwei. “Sekarang kau terlihat seperti seorang kakak.”“Aku memang kakakmu,” balas Liwei. Tatapannya menerawang jauh, sementara para tamu undangan yang lain tengah menyaksikan upacara pernikahan Deming dan Bo An An.Xueqin menoleh ke arah Liwei. Untuk beberapa saat tatapannya beralih kepada Dongmei. Xueqin terdiam, hingga akhirnya dia memilih beranjak, meninggalkan kedua kakaknya untuk bicara empat mata.“Aku belum pernah mendengarmu memanggilku dengan panggilan ‘Kakak’,” ucap Liwei menghentikan kekehan Dongmei. Tatapan mereka bersirobok.“A
Magbasa pa