Malam penghujung musim gugur datang dengan dingin menusuk. Angin menyapu halaman belakang sebuah paviliun tua, membawa daun-daun kering yang berputar sebelum jatuh di atas batu. Pohon-pohon hampir kehilangan seluruh daun, beberapa ranting tampak telanjang di bawah cahaya bulan yang pucat.Malam ini, Dongmei berdiri di depan altar persembahan. Zihai dan empat orang pengawalnya menemani, berdiri dengan tegap, tanpa ada satu orang pun bersuara.Altar kayu itu terlihat sangat sederhana. Walau begitu, semua disiapkan dengan saksama, tidak asal-asalan.Di atas altar terdapat mangkuk nasi putih, tiga cangkir teh, buah-buahan, kue beras dan beberapa hidangan kecil yang biasa disukai anak-anak sedangkan di depan altar diletakkan papan-papan kayu berjumlah dua puluh dua, sesuai anak yang menjadi korban pembunuhan para pejabat yang haus akan kekuasaan.Altar-altar itu beberapa memiliki nama sementara sebagian hanya memiliki nama keluarga bahkan lima sisanya tid
Ler mais