Siang itu, Raja tiba-tiba saja sadarkan diri. Walau sulit, ia akhirnya bisa membuka mata dan melihat langit-langit kamar. Napasnya terdengar berat berat. Dadanya kembang kempis, tidak teratur. “Perdana Menteri?” Suara Raja terdengar serak, parau. Walau merasa haus, dia tidak meminta kasim atau dayang untuk membawakan air kepadanya. Seorang pelayan yang berjaga segera berlari keluar dan tidak lama kemudian, Perdana Menteri Zhong datang.“Yang Mulia.” Memasang ekspresi khawatir, Perdana Menteri berdiri di samping ranjang raja. Perdana Menteri sedikit menundukkan kepala sedangkan Raja menatapnya cukup lama.“Di mana Liwei?” tanya Raja pada akhirnya. Kepalanya berdenyut sakit, tapi ia tetap berusaha untuk bisa bicara.Menundukkan sedikit kepalanya, Perdana Menteri berkata, “Menjawab Yang Mulia, saat ini Putra Mahkota sedang menangani urusan pemerintahan.”“Panggil di
Ler mais