Hari-hari berikutnya berubah drastis untuk A’luka. Setelah menerima kontrak saham dari kakaknya Zagor, semangatnya meledak-ledak. Setiap pagi dia bangun dengan mata berbinar, langsung memeluk Adrian yang masih setengah tidur, lalu berbisik manja, "Paman, hari ini aku harus belajar mengelola perusahaan. Kamu dukung aku ya?" Adrian selalu tersenyum lembut, membelai rambut A’luka sambil dalam hati tertawa dingin. Semakin tinggi kau naik, semakin sakit kau akan jatuh nanti. "Pasti, sayang. Aku selalu dukung kamu," jawab Adrian sambil mengecup kening A’luka. “Mau Paman buatkan sarapan spesial dulu sebelum berangkat?” Dalam hati Adrian berpikir, identitas dia sekarang cuma jadi pacar yang tidak tahu malau mengandalkan wanita, dia cukup tidak nyaman soal ini. Tapi rencana menyusup ke jantung keluarga A'luka sudah semakin dekat, dia tidak akan berhenti sebelum membalas dendam. A’luka mengangguk antusias. “Kentang goreng pedas sama telur mata sapi ya!” Sementara Adrian sibuk di dapur, A’lu
Last Updated : 2026-05-04 Read more