Diculik Paman Ganteng, Dia Menipu Cintaku

Diculik Paman Ganteng, Dia Menipu Cintaku

last updateآخر تحديث : 2026-05-04
بواسطة:  Jongos Pendusta تم تحديثه الآن
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
11فصول
126وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

【Handsome girl×Gadis pandangan fisik yang tersakiti+Berjuang untuk cinta dari 0%+Tragedi+Romantis】Lanasia Luka yang biasa dipanggil A'luka adalah gadis cantik, keren dan dingin palsu, dia punya pacar. Tapi karena berbagai alasan dia selalu putus dengan pacarnya karena alasan yang sangat logis dan tidak bisa ditolak, sampai dia punya 99 mantan..... Akhirnya dia menyerah dan diculik paman ganteng, tetapi apa paman ini menjadi tempat bersandar A'luka terakhir, hanya waktu yang bisa menjawab...

عرض المزيد

الفصل الأول

1.Tidak Perlu Menagisi Mantan

Nama gadis yang sedang duduk di meja diskotik itu Lansia Luka, dia biasa dipanggil A'luka. Kali ini dia menangis tersedu-sedu karena putus dengan pacar pertamanya yang imut dan manis.

"Hedeh, kenapa mantan harus ditangisi, masih banyak cowok cakep di luar sana?!" seru seorang gadis berambut pirang, dia sangat cantik, tidak ada bandingannya. Semenjak sekolah dasar sampai mendekati akhir SMA, dia tidak pernah adu mulut, apalagi saling mengejek, duo terdekat memang selalu akur.

"Gak bisa! Andra bilang dia akan menerimaku apa adanya sampai kita lulus sekolah dan lanjut sekolah bareng, terus begini selamanya." A'luka menggeleng, masih menangis tersedu-sedu, hidungnya memerah karena terlalu banyak menangis. Wajahnya terkulai lemas di meja.

"Lagian kamu juga tahu kalau pacaran sudah risikonya putus, kenapa kamu masih mau pacaran. Lihat, sekarang siapa yang harus kamu buat susah untuk menemani kekacauan ini."

Valencia Rilina sudah tidak asing lagi oleh tingkah A'luka yang terlalu manja saat berdua dengannya saja.

Tapi, mungkin kalian akan tahu nanti saat di depan guru-guru dan murid-murid lainnya dia sangat pendiam dan terlihat jinak.

"Cegukan, cegukan. Cia... aku gak mau putus. Tapi dia juga yang menghilang tanpa kabar, pesan juga tidak."

"Aku takut, huaaaaa... hiks... hiks... hiks." A'luka mengetuk-ngetukkan gelas soda yang berkadar alkohol rendah di meja yang dia gunakan untuk bersandar. Wajahnya sangat kuyu seolah-olah tidak ada gairah untuk hidup lagi.

Valencia memutar mata jengah, "Cek."

Dia hanya bisa mendecik pelan untuk mengungkapkan ketidakpuasannya pada temannya ini. Tapi dia masih tidak tega untuk mengatakan logika masuk akal yang membuat pacar A'luka kabur. Dia menepuk-nepuk punggung A'luka penuh perhatian.

"Gak masalah, masih ada aku di sini, Bang A'luka mau main xxxx bareng aku dan melakukan xxxxx bersamaan juga boleh." Valencia berbicara seperti seorang gadis yang tergila-gila pada cowok ganteng ke A'luka. Bahkan matanya sampai memberikan ilusi membentuk hati merah muda.

A'luka memiringkan bibirnya jijik, "Aku masih normal, gini-gini aku dari dalam ke luar masih cewek tulen." A'luka sedikit tersadar dari keadaan pusingnya karena alkohol.

Aku menganggapmu sebagai sahabat, tapi kau ingin tidur bersamaku, ini konyol. Keluhan ini sudah berlangsung sangat lama, A'luka menyerah untuk membahasnya lagi.

A'luka sadar dia ini tidak mirip gadis cantik sama sekali, dia sadar jika dirinya sangat keren untuk seorang wanita dan terkesan membawa aura maskulin dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jika soal tinggi badan bisa dikecualikan, dia memang pria yang sangat tampan. Wajahnya berahang tegas, matanya tajam, suaranya serak basah dan berat. Tapi dari dalam jiwanya dia masih cewek feminin yang suka manis-manis dan warna pink. Tinggi badannya juga sangat mengesankan, dia sudah memiliki tinggi 168 cm saat jadi murid SMP dulu.

"Aku tahu gimana caranya mengubah cogan sepertimu jadi cantik!" Valencia berseru keras, penemuan-nya ini pasti berhasil.

"Apa? Gimana caranya?! Kasih tahu dong!"

A'luka mengguncang-guncang tubuh Valencia sampai Valencia dibuat pusing seakan dunianya berputar mirip lampu diskotik.

Valencia yang akhirnya lepas dari guncangan A'luka tersenyum manis dan membuat lengkungan yang tidak biasa di bibirnya.

Syukurlah jika A'luka sudah gak sedih lagi. Bagus, dia sudah mulai lupa mengingat pacarnya yang kabur tanpa kabar apa pun sebelum pergi.

"Gini aku kasih tahu, karena potongan rambutmu pendek dan cakep, wajah ganteng, suara bak pemimpin upacara, pendeta eh maksudnya bendera, dan bodinya oke, mata tajam... Kau tipe idaman... ramah... baik..."

A'luka yang sudah sangat senang kini memiliki urat-urat hitam di dahinya, dia marah kenapa sahabatnya ini malah membahas hal sensitif sampai segitunya, apa dia gak sadar dia benci banget dibilang keren oleh anak cewek lain. Apalagi kalau yang bilang keren cowok, A'luka serasa mau muntah di tempat jika bisa.

Plak

A'luka memukul lengan Valencia yang masih asyik sendiri mengungkapkan semua kemaskulinan dirinya, dia marah, kenapa mau kasih saran saja harus berputar-putar tanpa mengenai titik terangnya, "Berhenti, kamu mau kasih saran apa mau menghinaku, hah! Cepat masuk ke intinya. Cepat jelasin?!"

Valencia tersadar dia sepertinya terlalu asyik berhayal sampai lupa jika A'luka benci dibilang keren. Dia terbatuk canggung, "Uhuk, uhuk. Begini aku tahu status keluargamu dan kegilaan kalian untuk terlihat kuat dalam bidang apa pun, aku sangat hafal ini!"

A'luka mengangkat alis heran.

"Terus kenapa?"

"Rahasia loh... ayo datang dan bermakeup di butik milik kakakmu yang pertama. Selanjutnya pasti kamu jadi cewek paling cantik."

Bulu kuduk A'luka seketika langsung berdiri, dia berkeringat deras, A'luka paling takut jika sudah membahas keenam kakak tirinya yang terlalu superior, A'luka menggeleng kuat-kuat sambil terus berkeringat deras.

"Memangnya mau ngapain? Kenapa harus ke butik kakak gila itu?!" A'luka menggeser kursi putarnya menjauh sejauh mungkin dari Valencia yang sedang menggila ingin menariknya ke orang sinting itu. A'luka sangat trauma oleh enam kakak tirinya.

"Haha bercanda, aku cuma mau mengajakmu berganti pakaian, mengganti pakaian yang sekarang kau pakai. Ini gak cocok jika kamu mau jadi cewek tulen asli." Valencia ikut menarik kursi yang didudukinya untuk mendekat ke A'luka lagi.

"Hah, bukannya aku sudah cantik sekarang?"

A'luka memandang dirinya dari atas ke bawah badannya yang memakai kemeja wanita putih pendek dan memakai rok mini sepaha. Bukannya ini standar wanita cantik. A'luka menatap Valencia penuh tanda tanya

"??"

"Yah, kamu memang keren memakai pakaian apa pun. Bahkan memakai pakaian pengemis juga oke banget." Valencia membuat kepalan tangan dan mengangkat ibu jarinya setuju.

Tapi dalam pandangan A'luka, dia sangat meragukan ketulusan pujian ini.

Tulilit... tulilit... pib... pib...

Suara ponsel Valencia model keluaran terbaru yang sangat mahal berbunyi, memang ponsel ini berharga satu batang emas murni, tapi desainnya agak nyeleneh, haha. Bunyi dering teleponnya saja kelihatan kuno nggak kekinian.

"Halo Aa... (panggilan cinta Valencia ke pacarnya), kenapa menelepon mendadak?"

"Sayang... aku kangen tidur bareng kamu, cepat turun dan datanglah ke sini!"

Valencia berdiri mendekati jendela dan memandang ke bawah, ternyata benar pacarnya sudah berpose sangat ganteng di parkiran diskotik. Wajahnya langsung berbinar dan terburu-buru berbicara ke A'luka.

"A'luka sayang, sepertinya saran itu bisa ditunda... aku mau kencan dulu, bye-bye..." Tanpa menunggu persetujuan A'luka, Valencia langsung cabut dari diskotik.

"Hey... berhenti! Tagihan pesanan ini masa aku semua yang bayar? Ini gak adil!! Cegukan... cegukan." Ingin rasanya A'luka menabok teman yang satu ini, masa persahabatan selama 15 tahun ini sia-sia hanya karena seorang pacar yang baru dua bulan jadian. Dia masih pusing berat karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

"Pelayan, tambah dua botol lagi!" seru A'luka ke pelayan yang melewati mejanya.

"Baik, Nona."

A'luka tidak sadar jika kini di sebelahnya ada seorang pria tampan dari alam gaib, kenapa disebut alam gaib? Ini merujuk pada langkah kakinya yang tidak bersuara saat berjalan. Seolah-olah dia memang datang dari alam gaib.

"Permisi, Nona cantik, apa saya bisa ikut duduk di sini?" Pria itu tersenyum ke A'luka, senyuman itu sangat simpel tapi membuat hati A'luka meleleh karena dia bilang dirinya cantik.

Kesan baik A'luka ke pria di depanya sangat penuh. Karena A'luka adalah gadis yang suka menilai orang dari penampilan, dia jadi langsung berubah menjadi sumringah tidak suram lagi.

"Oh... oh... ah... silakan duduk."

"Apa Nona cantik sendirian datang ke sini? Kamu tidak takut diculik pria jahat?" Pria itu memangku wajahnya di telapak tangan, kesannya seperti tipikal pria tampan yang sopan dan tidak mudah marah.

A'luka mengangguk malu-malu, kali ini dia mencoba membuat citranya sebagai gadis baik dan sopan di depan pria ini.

"Takut..."

"Jika Nona takut, bagaimana jika ikut bersamaku sekarang? Aku pasti akan menjagamu baik-baik." Pria tampan yang berinisial A itu tersenyum licik tanpa diketahui A'luka.

"Benarkah paman?!"

Wajah pria itu tersenyum kaku. Umurnya baru di masa jayanya dan paling ideal, dia masih muda, wajahnya juga sangat tampan bak CEO berjas rapi di Drama. "Cantik! Umurku masih dua puluhan, kamu bisa memanggilku Abang atau Kakak, itu kasar, bisa diubah, kan!"

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status