Aroma teh melati bercampur harum dupa cendana memenuhi aula utama Istana Liyang. Di tengah aula, meja bundar berukuran besar telah dipenuhi berbagai hidangan ringan, buah-buahan segar, serta poci-poci teh terbaik yang khusus disajikan untuk keluarga kekaisaran.Jamuan resmi ini terasa jauh lebih santai. Tidak ada pembahasan politik atau urusan berat kenegaraan.Di setiap sudut, yang terdengar hanyalah tawa renyah, obrolan hangat, dan sesekali canda kekeluargaan yang membuat seluruh ruangan terasa hidup.Xiwu duduk anggun di sisi Permaisuri Lianhua, sementara Shen Mo berada tepat di sampingnya.Sesekali Shen Mo mengangkat cangkir teh Xiwu yang telah kosong, lalu mengisinya kembali tanpa diminta.Ketika Xiwu hendak meraih kue osmanthus yang berada agak jauh dari jangkauannya, Shen Mo lebih dahulu mengulurkan tangan. Shen Mo mengambil lalu meletakkannya di atas piring kecil di hadapan sang istri."Terima kasih," bisik Xiwu, menyungg
Leer más