“Ya sudah, lanjutkan saja,” ucap Yuze sambil melambaikan tangan dengan gerakan pasrah. “Lanjutkan saja urusan yang ‘belum selesai’ itu.”Xiwu semakin menenggelamkan wajahnya di dada Shen Mo, bahunya sedikit bergetar karena menahan tawa.“Dan kertas-kertas ini,” Yuze menunjuk ke lantai dengan ujung sepatunya, “aku harap besok pagi mereka sudah kembali ke atas meja dalam keadaan bersih, tanpa tambahan noda apa pun. Terutama noda perona bibir.”“Keluar, Yuze,” perintah Shen Mo tenang.“Tentu! Aku keluar! Aku benar-benar keluar!” Yuze berbalik, berjalan menuju pintu dengan langkah yang sengaja dihentak-hentakkan. “Lain kali, aku akan membawa genta besar sebelum masuk ke paviliun ini agar tidak perlu melihat pemandangan yang merusak pertumbuhan mentalku!”Pintu tertutup dengan bantingan yang cukup keras, menyisakan keheningan yang mendadak terasa pekat di dalam ruangan.Shen Mo menghela napas, akhirnya ia bisa melemaskan bahunya yang
Read more