Song Nan gemetar hebat, kakinya terasa lemas seperti jeli. “Yang Mulia… hamba… hamba hanya ingin…” suara Song Nan tercekat.Shen Mo maju satu langkah, membuat Song Nan refleks mundur.“Seingatku,” ucap Shen Mo datar, suaranya sedingin es, “hingga detik ini, kunci ruang penyimpanan lama hanya ada dua di dunia. Satu aku yang pegang, dan satunya lagi berada di pinggang Kasim Utama Ji. Yu Hao, apa kunciku masih bersamamu?”Yu Hao maju selangkah, membuka telapak tangannya yang lebar. Sebuah kunci besi kuno yang berat berkilat di bawah cahaya bulan. “Masih ada pada hamba, Yang Mulia."Shen Mo tersenyum puas. “Yu Hao, periksa pintunya. Apakah tikus ini masuk dengan cara merusak kayu?”Yu Hao bergerak cepat memeriksa engsel dan rumah kunci, lalu kembali dengan wajah tanpa ekspresi. “Yang Mulia, pintu dan slot kunci dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada kerusakan. Dia masuk dengan kunci yang pas.”Shen Mo kembali maju selangkah, memoton
Read more