Yun Que masuk dengan langkah cepat, peluh membasahi dahinya meski udara paviliun masih sejuk oleh dupa yang baru dinyalakan.“Yang Mulia!”Ia berhenti di tengah ruangan, napasnya belum sepenuhnya stabil, seolah ragu apakah kabar itu layak diucapkan.Xiwu mengangkat pandangan, tenang seperti biasa kontras dengan Yun Que yang menelan ludah, lalu maju selangkah.“Yang Mulia… Jenderal Gu datang ke istana,” ucap Yun Que akhirnya setelah menelan ludah. Ia menunduk lebih dalam sebelum melanjutkan, “Dia ingin bertemu dengan Yang Mulia.”“Tolak,” jawab Xiwu tanpa jeda.Yun Que sempat mengangkat wajahnya, ragu. “Yang Mulia, hamba sudah menyampaikannya, tetapi Jenderal Gu… tidak mau pergi.”“Itu bukan urusanku.”Belum sempat ia berkata lagi, suara langkah kaki terdengar dari luar. Cepat dan berat, memecah ketenangan paviliun yang biasanya dijaga dalam senyap. Pintu kamar terbuka tanpa aba-aba.“Xiwu!”Gu Han berdiri di ambang pintu, napasnya berat, sorot matanya tajam langsung mengunci Xiwu.Pa
Terakhir Diperbarui : 2026-04-24 Baca selengkapnya