12Surya masih menatap Dani dengan wajah gelisah. Satu tangannya mencengkeram selimut, seolah ada sesuatu yang begitu berat untuk diucapkan. Sedangkan satu tangannya memegang lengan sang anak dengan kuat.“Ayah sebenarnya mau mengatakan sesuatu kepadamu,” ujarnya pelan dengan suara terputus-putus.“Mau mengatakan apa, Yah?” mata Dani memicing.Surya menarik napas panjang. Ekor matanya melirik ke arah pintu, seakan hendak memastikan sesuatu, sebelum akhirnya ia kembali menatap pada Dani.“Dani, sebelum kamu pulang, ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentang ….”Ceklek!Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka dari luar. Dani dan Surya pun spontan menoleh bersamaan.Di depan mereka, Tante Rina muncul dan berdiri di ambang pintu sambil membawa segelas air.“Oh, ternyata Dani masih di sini.”Dani mengernyit. Entah kenapa, kehadiran wanita itu terasa seperti memutus percakapan penting antara dirinya dan ayahnya.“Iya, Tante. Aku mau pamit sama ayah,” ujar Dani, kemudian beranjak bangkit dari tem
Ler mais