LOGIN“Kak, puasin aku dong!" Gadis itu melucuti seluruh pakaiannya dan menunjukkan lekuk tubuh indahnya di hadapan Dani. Dani membelalak, tubuhnya menegang. Laki-laki mana yang sanggup menahan godaan seindah itu, apalagi jika hanya berdua di dalam kamar? * Dani hanyalah pemuda desa yang hidup kekurangan bersama ibunya. Ayahnya tinggal di kota dan sudah menikah lagi. Berita yang Dani dengar, ayahnya menikah dengan perempuan muda yang masih cantik dan seksi. Perempuan itu membawa dua anak gadisnya tinggal bersama. Suatu hari, Dani mendapat kabar bahwa ayahnya sakit keras dan memintanya datang ke kota. Sebagai pengabdian terakhirnya, Dani benar-benar datang ke rumah ayahnya yang mewah. Ia berpikir jika ibu dan adik tirinya pasti akan memperlakukannya dengan jahat, seperti cerita di novel-novel. Namun, dugaannya salah besar! Sebab setiap malam, ibu dan kedua adik tirinya justru selalu bergantian meminta jatah dari Dani!
View MoreBab 5“Aahh! Ahh!”Suara desahan itu terdengar semakin jelas dari dalam sana. Dani menahan napas saat ia memberanikan diri mengintip lewat celah pintu kamar Rara.Namun sebelum Dani sempat melihat lebih jauh, tiba-tiba saja ….“Uhuk! Uhukkk!”Suara batuk keras dari kamar ayahnya membuat Dani berjingkat kaget. Suara desahan di kamar Rara itu pun juga langsung berhenti seketika.Kening Dani mengernyit heran. Ia menoleh cepat ke arah kamar Surya, asal suara batuk-batuk tadi.“Ayah?”Tanpa pikir panjang, pemuda itu langsung berjalan cepat menuju kamar ayahnya dan membuka pintu.Di dalam kamar, terlihat Surya tengah terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya. Wajah pria tua itu tampak pucat dan lemas.“Ayah!” Dani buru-buru menghampiri.“A … air,” ujar Surya lirih sambil menunjuk meja kecil di samping ranjang.Dengan cepat, Dani segera menuangkan air minum lalu membantu ayahnya duduk perlahan.“Pelan-pelan, Yah,” kata Dani. Ada rasa khawatir melihat kondisi ayahnya seperti itu.Surya meminum
Bab 4“Rosa, hentikan!”Dani langsung menahan tangan adik tirinya itu sebelum handuk yang melilit tubuhnya benar-benar terlepas.Napasnya memburu, seirama dengan jantungnya yang berdetak kacau saat tubuh Rosa masih menempel erat di dadanya.“Kenapa sih, Kak? Kakak benci sama aku ya?” rengek Rosa manja sambil semakin memeluk tubuh pria itu.“Bukan begitu!” Dani buru-buru melepaskan pelukan gadis itu dengan sedikit kasar. Ia bahkan menghempaskan tangan Rosa, sampai gadis itu meringis.“Akh! Tangan Rosa sakit tau, Kak,” rintihnya seraya memegangi tangan yang terasa panas.“Biar saja. Habisnya kamu ini aneh banget tau nggak sih?” sentak Dani kesal.“Aneh gimana sih, Kak? Aku kan cuma ….”“Bodo amat!" Dani langsung membuka pintu kamar dan keluar dengan langkah cepat."Kak Dani!” panggil Rosa lagi, tetapi Dani sudah tak menyahut.Pemuda itu memilih untuk cepat-cepat pergi dari sana. Wajahnya sudah panas, dan pikirannya jadi kacau balau gara-gara ulah adik tirinya.“Gila! Keluarga ini benar-
Bab 3Dani menelan ludah pelan sambil terus menatap ke arah lantai atas. Tangannya meletakkan gelas ke meja secara perlahan. Ia ragu jika tadi ia hanya salah dengar, tapi ternyata telinganya tetap menangkap suara aneh dari kamar Surya.Suara desahan itu masih terdengar samar di tengah sunyinya rumah mewah tersebut. Bahkan sesekali terdengar semakin keras.“Ohh! Ahhh!”“Aku memang tidak salah dengar. Tapi ….” Kening Dani semakin mengernyit dalam. Ia benar-benar bingung.“Ayah lagi sakit keras kan? Masa iya masih bisa begituan?” gumamnya heran.Rasa penasarannya semakin besar, hingga perlahan mengalahkan rasa canggung. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebab ia merasa ada yang janggal.Dengan langkah hati-hati, Dani mulai berjalan mendekati tangga. Suara itu memang terdengar berasal dari arah kamar ayahnya.Ia memutuskan untuk mengecek lebih dekat. Namun baru beberapa anak tangga yang ia naiki, tiba-tiba sebuah suara membuatnya terkejut.“Kak Dani?”Dani spontan menoleh cepat.
Bab 2Dani membelalak saat gadis di depannya benar-benar menarik tali lingerie itu perlahan. Kain tipis tersebut melorot sedikit demi sedikit dari bahunya, membuat Dani refleks memalingkan wajah.“Heh! Jangan aneh-aneh kalian ya!” bentak Dani gugup.Namun kedua gadis itu malah terkikik geli melihat reaksinya.“Kak Dani galak banget sih,” ujar gadis yang memakai lingerie transparan itu sambil mendekat lagi.Perlahan ia kenalan lingerie nya lagi, dan ia ikat kembali tali tipis tersebut. Tangannya terulur ke arah Dani.“Kenalin dong, Kak. Nama aku Rara, dan ini kakak aku Rosa.” Ia mengedipkan mata genit sambil menggigit bibir bawahnya dengan sensual.Dani hanya melirik tangan gadis itu sekilas. Kulitnya memang putih mulus, jemarinya lentik, dan kukunya juga panjang terawat.Namun, Dani tak berminat untuk kenalan sama sekali. Bagaimana pun juga, kedua gadis itu dan ibu nya lah yang sudah menyebabkan ibu Dani meninggal.“Siapa juga yang mau kenalan," desis Dani sinis, lalu membuang muka be












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.