LOGIN“Kak, puasin aku dong!" Gadis itu melucuti seluruh pakaiannya dan menunjukkan lekuk tubuh indahnya di hadapan Dani. Dani membelalak, tubuhnya menegang. Laki-laki mana yang sanggup menahan godaan seindah itu, apalagi jika hanya berdua di dalam kamar? * Dani hanyalah pemuda desa yang hidup kekurangan bersama ibunya. Ayahnya tinggal di kota dan sudah menikah lagi. Berita yang Dani dengar, ayahnya menikah dengan perempuan muda yang masih cantik dan seksi. Perempuan itu membawa dua anak gadisnya tinggal bersama. Suatu hari, Dani mendapat kabar bahwa ayahnya sakit keras dan memintanya datang ke kota. Sebagai pengabdian terakhirnya, Dani benar-benar datang ke rumah ayahnya yang mewah. Ia berpikir jika ibu dan adik tirinya pasti akan memperlakukannya dengan jahat, seperti cerita di novel-novel. Namun, dugaannya salah besar! Sebab setiap malam, ibu dan kedua adik tirinya justru selalu bergantian meminta jatah dari Dani!
View MoreBab 16Dani masih berdiri mematung setelah mendengar kabar dari Rara.“A … apa? Ayah kolaps, Ra?” tanyanya sekali lagi untuk memastikan.“Iya, Kak. Tapi ayah sekarang sudah dibawa ke rumah sakit.”Dani mengusap wajahnya dengan gelisah. Pikirannya langsung kacau. Di satu sisi, dia tidak mungkin membiarkan ayahnya sendirian dalam kondisi seperti itu. Namun di sisi lain, neneknya baru saja sakit dan kondisinya belum sepenuhnya pulih.Kalau dia pergi sekarang, siapa yang akan menjaga nenek?Dani pun menoleh ke arah kamar.“Nek,” lirihnya, dan segera masuk ke kamar menghampiri neneknya.“Nenek masih bangun?” tanya Dani, sambil duduk di tepi tempat tidur di sebelah sang nenek.Nenek membuka mata perlahan. “Kenapa, Nak?”“Nek, Dani baru saja dapat telepon dari kota. Katanya ayah kolaps dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit.”Mendengar itu, nenek langsung terlihat cemas. Tampak dari gurat keriput di wajahnya yang semakin cekung.“Apa? Surya sakit?” ulangnya dengan suara bergetar.“Iya, Ne
Bab 15Dani dan Nurma masih terdiam dalam posisi yang sama. Jarak mereka begitu dekat, membuat keduanya bisa merasakan napas masing-masing yang tidak beraturan. Tatapan mereka bertemu, tetapi tak satu pun segera mengalihkan pandangan.Jari Dani terus merayap naik menyusuri punggung Nurma yang halus. Hingga akhirnya ia berhenti pada pengait bra yang menempel di tubuh sang gadis.“Dan … mmhh.” Suara Nurma bergetar, saat Dani dengan pelan melepaskan pengait bra miliknya.Entah karena suasana yang terlalu sepi atau karena perasaan yang sejak tadi mereka tahan, pertahanan keduanya pun perlahan runtuh.Dani tahu seharusnya dia mundur. Nurma juga tahu seharusnya dia segera berdiri. Namun, untuk beberapa saat, keduanya justru membiarkan perasaan menguasai akal sehat.“N … Nurma,” lirih Dani, suaranya bergetar, nafasnya memburu naik turun.“Oh, Dani!” Nurma menggigit bibirnya dan memejamkan mata rapat.Tidak ada lagi kata-kata yang mampu menjelaskan keadaan mereka.Keduanya sama-sama sadar bah
14“Da ... Dani?”Nurma berdiri kaku di ambang pintu kamar mandi. Rambutnya masih basah dan beberapa helainya menempel di sisi wajah. Handuk kecil dan pendek yang melilit tubuhnya, membuat tubuh wanita itu terlihat jelas.Dani tercengang, melihat bongkahan payudara Nurma yang ternyata begitu besar. Kakinya juga jenjang dan ramping, pahanya putih mulus. Tetapi yang membuat Dani berdesir hebat, karena melihat dua bukit kenyal yang nyaris tumpah dari balik handuk.“Dan, jangan lihat! Aku malu!" Nurma cepat-cepat berbalik badan dan menutupi belahan dadanya dengan lengan.Namun, Dani malah dibuat gelisah karena dihadapkan pada bok*ng besar Nurma yang saat ini membelakanginya.“Astaga!" Dani langsung membuang pandangan, begitu akal sehatnya bekerja.“Maaf, Nurma. Aku nggak sengaja masuk. Aku … aku cuma mau minta tolong. Nenekku kondisinya tiba-tiba memburuk,” ujar Dani terbata-bata.Mendengar itu, ekspresi Nurma seketika berubah serius.“Nenek?”“Iya. Tadi mendadak lemas lagi. Warga sudah m
Dani masih membeku di tempat duduknya. Seluruh tubuhnya masih terasa tegang setelah tak sengaja menyentuh dada Nurma barusan.Namun, seketika akal sehatnya kembali berjalan. Ia sedikit menjauhkan tubuh dari gadis itu. Kedua tangannya refleks menahan bahu Nurma agar wanita itu tidak kembali kehilangan keseimbangan lagi .“Nurma, kamu nggak apa-apa?”Nurma yang sejak tadi terdiam akhirnya tersadar. Wajahnya langsung memerah ketika menyadari posisi mereka yang begitu dekat.“A-aku nggak apa-apa kok, Dan,” jawabnya gugup.Ia buru-buru melepaskan pelukannya dan mundur satu langkah. Namun kakinya masih terasa sedikit lemas.“Maaf. Aku tadi nggak sengaja.”Dani menggeleng.“Nggak masalah. Karpetnya memang gampang bikin orang tersandung.”Nurma tertawa kecil sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.“Untung ada kamu.”“Kalau nggak ada aku, mungkin kamu sudah jatuh.”“Makanya aku bilang, untung ada kamu.”Dani hanya tersenyum tipis. Entah kenapa, suasana di antara mereka mendadak ter
Bab 4“Rosa, hentikan!”Dani langsung menahan tangan adik tirinya itu sebelum handuk yang melilit tubuhnya benar-benar terlepas.Napasnya memburu, seirama dengan jantungnya yang berdetak kacau saat tubuh Rosa masih menempel erat di dadanya.“Kenapa sih, Kak? Kakak benci sama aku ya?” rengek Rosa ma
Bab 3Dani menelan ludah pelan sambil terus menatap ke arah lantai atas. Tangannya meletakkan gelas ke meja secara perlahan. Ia ragu jika tadi ia hanya salah dengar, tapi ternyata telinganya tetap menangkap suara aneh dari kamar Surya.Suara desahan itu masih terdengar samar di tengah sunyinya ruma
Bab 2Dani membelalak saat gadis di depannya benar-benar menarik tali lingerie itu perlahan. Kain tipis tersebut melorot sedikit demi sedikit dari bahunya, membuat Dani refleks memalingkan wajah.“Heh! Jangan aneh-aneh kalian ya!” bentak Dani gugup.Namun kedua gadis itu malah terkikik geli melihat
Bab 1“Kak, puasin aku dong!”Seorang gadis bertubuh tinggi semampai berdiri dengan pose sensual di hadapan Dani. Jemari lentiknya perlahan melepaskan tali lingerie yang ia kenakan.Pakaian tidur tipis itu terbuka perlahan. Kainnya yang licin pun terlepas dari bahu, lalu jatuh begitu saja di lantai






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews