Bab 2Dani membelalak saat gadis di depannya benar-benar menarik tali lingerie itu perlahan. Kain tipis tersebut melorot sedikit demi sedikit dari bahunya, membuat Dani refleks memalingkan wajah.“Heh! Jangan aneh-aneh kalian ya!” bentak Dani gugup.Namun kedua gadis itu malah terkikik geli melihat reaksinya.“Kak Dani galak banget sih,” ujar gadis yang memakai lingerie transparan itu sambil mendekat lagi.Perlahan ia kenalan lingerie nya lagi, dan ia ikat kembali tali tipis tersebut. Tangannya terulur ke arah Dani.“Kenalin dong, Kak. Nama aku Rara, dan ini kakak aku Rosa.” Ia mengedipkan mata genit sambil menggigit bibir bawahnya dengan sensual.Dani hanya melirik tangan gadis itu sekilas. Kulitnya memang putih mulus, jemarinya lentik, dan kukunya juga panjang terawat.Namun, Dani tak berminat untuk kenalan sama sekali. Bagaimana pun juga, kedua gadis itu dan ibu nya lah yang sudah menyebabkan ibu Dani meninggal.“Siapa juga yang mau kenalan," desis Dani sinis, lalu membuang muka be
Dernière mise à jour : 2026-05-12 Read More