Saka POV “Saka, tolong antar ini ke rumah Bu Asih ya,” kata Ibu sambil menunjuk kotak kardus yang sudah ditutup kembali menggunakan lakban. Di dalamnya, aku tebak pasti berisi sembako pesanan Bu Asih di toko kami.“Baik, Bu.” Aku segera meletakkan bolpoin yang kugenggam lalu melangkah mengangkat kotak kardus tadi. Cukup berat memang, namun tak seberapa. Kutaruh di bagian depan motor matic yang memang biasa digunakan untuk mengantar barang.“Setelah itu pulang saja. Ibu juga mau nutup toko habis ini,” teriak Ibu dari dalam.“Ya, Bu,” jawabku. Toko grosir di dalam pasar memang hanya berjualan hingga siang hari. Pukul 2 biasanya Ibu dan Ayah sudah bersiap menutupnya. Ini sudah pukul 2 lebih 5 menit. Aku menjalankan motorku menuju rumah Bu Asih. Rumah itu sudah kuhapal betul, karena Riana, teman sekelasku dulu, tinggal di sana. Kami sekelas sejak SD hingga SMA.
آخر تحديث : 2026-05-17 اقرأ المزيد