首頁 / Young Adult / Antara Hati dan Janji / 29. Di Antara Rindu dan Ragu

分享

29. Di Antara Rindu dan Ragu

作者: Alexa Rd
last update publish date: 2026-05-19 11:10:17

Agnia POV

“Agnia, siapa cowok yang kamu bonceng kemarin itu?” tanya Nuri sambil memakan bakso pentol yang baru dibelinya.

“Oh iya... Aku juga lihat kalian berlari ke lapangan ini terus naik pohon. Pacaran. Dih, punya pacar nggak dikenalin ke kita,” Tobi menambahkan.

“Ck... apa sih. Namanya Saka, dia bukan pacarku. Kami berteman dekat saja,” jawabku sambil mengunyah siomay.

Kami bertiga menikmati sor

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Antara Hati dan Janji   32. Rantai yang Tak Terlihat

    Saka POV Sudah hampir tiga minggu, kabar aku dan Agnia berpacaran sudah tersebar di kampus. Banyak yang memberi selamat pada kami. Ada yang sekadar menepuk bahuku, ada juga yang bersiul menggoda saat aku berjalan bersama Agnia. Rasanya aneh diberi selamat karena memiliki pacar.Tapi mungkin karena aku belum pernah berpacaran selama kuliah di sini, dan itu berarti tiga tahun lamanya. Apalagi beberapa teman mengetahui kalau Agnia adalah pacar pertamaku. Mereka antara memberi selamat namun juga sedikit ada olokan di dalamnya, meski aku tidak terlalu menanggapi, aku sering kali tersenyum canggung, tertawa kecil untuk menutupi kegugupanku. Rasanya lucu juga.Saat kami ada kelas yang sama, seperti biasa Agnia akan duduk di sebelahku, dan aku selalu menunggu kedatangannya dengan antusias, meskipun aku tak pernah mengatakannya secara langsung. Jika tidak, kami akan makan siang bersama di kantin. Kadang dia membuatkanku makan

  • Antara Hati dan Janji   31. Bisikan Tengah Malam

    Saka POVMasih ada satu hari sebelum kuliah dimulai. Aku ingin mengajak Agnia jalan-jalan. Semalam aku sampai lebih malam dari yang aku kira. Aku langsung mengabari Agnia setelah sampai di kos, karena dia memintanya.Setelah itu, kami masih berkirim pesan hingga kantuk menyerang. Lucu juga, hanya dengan berkirim pesan, bahkan yang sederhana sekalipun, mampu membuatku tersenyum, menghangatkan hatiku. Tak heran banyak orang menggunakan cinta sebagai inspirasi, karena apa yang bisa dihasilkannya memang luar biasa.Kemana ya kami nanti? Apa Agnia tidak bosan melihatku? Setelah kuliah pun dia akan sering melihatku karena kami memiliki kelas yang sama dan kami duduk bersebelahan. Tapi orang lain juga begitu.Kubayangkan teman-temanku yang memiliki pacar sekelas. Mereka juga duduk bersebelahan. Semoga dia tidak bosan, karena aku ingin menghabiskan hari dengannya saat ini.Selamat pagi... ada a

  • Antara Hati dan Janji   30b. Protagonis di Film Romantis

    Untuk pertama kalinya, kami berboncengan sebagai pasangan. Aku memeluk punggung Saka, mempererat pelukanku pada tubuhnya. Sesekali dia memegang tanganku yang ada di perutnya.Seperti ini ya rasanya naik motor bersama pacar, pikirku sambil menahan tawa. Ada rasa malu pada diri sendiri, dan pada Saka. Rasanya seperti aku berperan dalam adegan drama romantis yang terlalu manis, batinku geli.Apa ya yang harus aku katakan nanti? Saka bersikeras mengantarku pulang. Padahal ini motorku, itu berarti dia harus naik bus untuk pulang ke kos. Tapi dia memaksa. Aku izinkan saja. Kini aku justru merasa malu, seperti ada yang menggelitikku. Lucu sekali rasa cinta ini.Matahari sudah tenggelam saat kami sampai di depan rumahku. Haruskah aku mengajaknya masuk ke dalam? Kenapa jadi aneh begini sih.“Hmmm... apa mau mampir dulu?” tanyaku akhirnya. Aku berharap Saka yang akan memutuskan.“Hmmm... bagaimana kalau kita sekali

  • Antara Hati dan Janji   30. Protagonis di Film Romantis

    Agnia POVSekitar pukul setengah dua siang aku berdiri di depan restoran tempat Saka bekerja. Ini kali pertama aku kesini. Apa Saka sedang bekerja hari ini? Aku tidak menghubunginya kalau mau datang.Kalau tidak ada ya sudah, aku memang mau makan siang. Kalau ada pun, mungkin dia sibuk sehingga tidak bisa menemaniku makan. Bagaimanapun dia bekerja disini.Aku memilih meja luar, sudah ada menu di setiap meja, aku tinggal memilih lalu memanggil pelayannya. Aku ingin makan steak hari ini. Medium rare beef steak dengan lemon tea.Kutulis nomor mejaku sambil sesekali melirik ke arah pintu restoran, berharap melihat sekilas sosoknya. Aku memanggil pelayan yang paling dekat dengan meja. Seragamnya oke juga, pasti Saka juga menggunakannya saat kerja. Dimana ya dia...“Agnia...” sebuah suara mengagetkanku, aku alihkan pandanganku dari halaman depan ke arah pemilik suara. Itu Saka. Jan

  • Antara Hati dan Janji   29. Di Antara Rindu dan Ragu

    Agnia POV“Agnia, siapa cowok yang kamu bonceng kemarin itu?” tanya Nuri sambil memakan bakso pentol yang baru dibelinya.“Oh iya... Aku juga lihat kalian berlari ke lapangan ini terus naik pohon. Pacaran. Dih, punya pacar nggak dikenalin ke kita,” Tobi menambahkan.“Ck... apa sih. Namanya Saka, dia bukan pacarku. Kami berteman dekat saja,” jawabku sambil mengunyah siomay.Kami bertiga menikmati sore di lapangan sambil membeli jajanan. Aku melihat pohon yang kunaiki bersama Saka dua hari lalu, tempat dia menciumku. Ingatan ini membuatku jengkel.Kenapa harus menciumku? Lalu aku tiba-tiba tersadar dan melihat ke arah Tobi. Semoga dia tidak melihatnya. Tapi sepertinya tidak. Kalau Tobi melihat Saka menciumku, dia pasti sudah berkokok dari kemarin.Aku meneruskan makan baksoku dengan lebih tenang.“Ganteng juga, Agnia. Apa benar bukan pacar? Kenapa dia ke sini?&rdqu

  • Antara Hati dan Janji   28d. Di Bawah Rindang Pohon

    Setelah tubuh Agnia tak terlihat lagi, aku duduk di bawah pohon yang kami panjat tadi. Mungkin aku memang kelewatan, tapi aku tidak bisa menahannya. Aku menyukai Agnia, melebihi yang aku kira. Aku merindukannya.Aku tidak mengetahui kabarnya, dan itu membuatku tak berhenti memikirkannya. Tapi apa masih ada Saskia di pikiran dan hatiku? Ya, aku masih menunggu kabar darinya. Apa ini berarti aku pria yang brengsek?Kulempar sejumput rumput yang aku cabut dari tanah di sampingku. Apa aku menyakiti Agnia? Apa dia menyesal telah menyukaiku? Kusandarkan kepalaku ke batang pohon. Menunggu di sini tidak terlalu buruk. Jika aku ikut pulang bersama Agnia tadi, pasti suasananya akan canggung sekali di rumah kakeknya nanti.Apa yang harus aku lakukan setelah ini?Hari sudah lebih gelap saat aku kembali ke rumah kakek Agnia. Sebelum ke sana, aku berjalan-jalan terlebih dahulu, menambah waktu hingga 1 jam dari permintaan Agnia.&

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status