Saka POV Setelah itu, suasana menjadi aneh kembali. Kami berbicara, tapi semuanya terasa dangkal. Seolah-olah ada sesuatu yang menahan kami untuk benar-benar masuk ke dalam percakapan itu.Sesekali, Saskia bercerita kembali soal kenangan kami bertiga yang dia ingat di kampus, atau saat kami berdua saja di rumah sakit, saat aku menjadi Arjuna. Dia menyiratkan bahwa itu adalah waktu paling indah dalam hidupnya. Senyumnya muncul, namun matanya tampak kosong, seperti pandangannya tersesat dalam memori yang tak lagi bisa disentuh.Aku mengikuti ceritanya, menambahkan ini itu karena aku juga mengingatnya. Semakin lama, suaranya semakin lirih, dan fokusnya semakin hilang, hingga kami sama-sama terdiam. Aku tahu di dalam hati bahwa pertemuan ini tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Untuk memecah keheningan, aku meminum minumanku. Aku meminta Saskia untuk juga meminum minumannya, tapi dia hanya tersenyum tanpa menjawab atau melakukannya
آخر تحديث : 2026-05-24 اقرأ المزيد