Alexa mengerang, tubuhnya terasa melayang dan ia tidak bisa menolak sentuhan bibir Kenzo yang menggoda bibirnya, kali ini ciuman mereka berbeda dengan ciuman saat di Osaka. Kali ini lebih dalam, bergairah dan keduanya tidak ingin berhenti. Lidah Kenzo begitu manis memanjakan lidahnya, napasnya yang hangat seolah menyerbu seluruh rongga mulut Alexa. Alexa tahu, ini salah, ini salah. Tetapi, sentuhan Kenzo seolah membuainya, membujuknya untuk tunduk dan patuh menikmati setiap belaian lidah pria itu yang membuat otaknya kosong dan kehilangan kendali atas dirinya. Bahkan ketika telapak tangan Kenzo menyusup masuk ke dalam gaun tidurnya, membelai kulit perutnya ia merasakan seolah ribuan kupu-kupu beterbangan di bawah perutnya. "Kenzo...," erang Alexa ketika bibir pria itu mendarat di lehernya, menjilati kulit lembutnya rasanya tubuhnya bagai di sengat aliran listrik tegangan tinggi. Kenzo semakin bersemangat setiap kali mendengar Alexa mengerang menyebut namanya, gadis itu tidak menola
閱讀更多