...Keeva menatap tangan mereka yang saling bertautan. Begitu sadar, ia menarikya cepat. “Sebentar, makanannya?”“Biarkan saja,” potong Aldrich dingin.Menyadari keterkejutan Keeva, Aldrich berhenti. “Kita cari makan di tempat lain,” katanya.Masih dalam keadaan bingung dan tidak menyangka, Keeva terus diam sepanjang perjalanan. Ia takut sudah menyinggung perasaan makhluk dingin itu, bisa-bisa dia dituntut ganti rugi lagi karena membuang makanan dan waktunya.Aldrich membelokan mobilnya ke sebuah area parkir taman. Kembali, ia meraih tangan Keeva memasuki area taman.“Kamu tunggu di sini sebentar,” perintah Aldrich setelah mereka menemukan kursi paling tepi yang sepi pengunjung.Keeva menghela napas, belum sempat bertanya ataupun merespon pria itu sudah menghilang dari hadapannya. Tepat ketika itu juga, Keeva dikejutkan oleh kehadiran Hazel dan dua temannya.“Hai, kak. Congrats yaa!” Hazel berseru, seraya memeluk leher Keeva dari belakang.Bola mata Keeva melotot, kaget sejenak. “H
Terakhir Diperbarui : 2026-05-05 Baca selengkapnya