...Bab 105Bastian tampak berpikir beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan Aldrich. “Rencana udah siap, aman. Tapi, kamu yakin? Divisi IT sama Cyber lagi sibuk banget minggu-minggu ini,loh!”Aldrich menolehkan kepalanya perlahan, menatap asistennya dengan alis terangkat.“Kamu sendiri yang kemarin protes lembur terus, sekarang disuruh outing nggak mau. Ya udah, kamu bagian susun acaranya aja nggak usah ikut,” tukas Aldrich, datar sekaligus kesal.“Eitsss.” Bastian refleks memundurkan badannya, mengangkat kedua tangan.“Aman, aku selalu bisa bekerja kapan pun dan di mana pun. Mau di bulan juga aku bisa kerja. Tenang aja. Semua terkendali,” lanjutnya, penuh nada kesombongan yangdibuat-buat.Aldrich mendecak. Asisten sekaligus sahabat satu-satunya ini memang ajaib.Bastian memijit pelipisnya. Ia menggeleng kepala. Terheran-heran dengan kelakauan absurd bos-nya.“CEO lain kalau kasihan sama karyawan, paling dikasih bonus dobel atau dikasih insentif tambahan. Eh ini, sampai biayain s
Baca selengkapnya