Bab 5 Insiden di KantorPrangg!“Aww!” pekik Indah.“Duh! Maaf. Maaf bu Keeva saya tidak sengaja,” imbuhnya lagi. Wajahnya menunduk dengan jemari saling bertaut di depan sisa-sisa bingkai foto yang hancur berantakan.Aditya sigap berlari menghampiri dan memeriksa tangan Indah dengan raut wajah yang sangat khawatir. “Udah, nggak apa-apa,” kata Aditya menenangkan.“Maaf, saya bereskan dulu nanti saya ganti bingkainya.” Indah hampir saja menekuk lutut untuk memungut pecahan kaca yang berhamburan.Namun, urung karena Aditya buru-buru menahannya. “Jangan, nanti tangan kamu luka.”Keeva sejak tadi terus diam, sekalipun wajah itu tampak tenang dengan tatapan sinisnya, tetapi perlahan tangannya gemetar. “Sayang, tolong kamu beresin ini dulu. Indah, kan, lagi hamil susah kalau harus jongkok begitu,” perintah Aditya, tanpa ingin diprotes.Keeva melirik Aditya sekilas, tersenyum getir mendengar perintah tak masuk akal dari suaminya sendiri.“Kenapa harus aku? Kalau dia nggak bisa, kan masih
Last Updated : 2026-04-21 Read more