MasukDiperbudak dan diracun oleh suaminya sendiri, Keeva Nayanika akhirnya berhasil bangkit. Setelah bercerai, Keeva menjalani pernikahan kontrak dengan Aldrich demi menyelamatkan mahakarya AI kelas dunia yang ia kembangkan bersama mendiang ayahnya. Ketika identitasnya terungkap, mantan suami membujuknya. “Keeva, balikan yuk!” Keeva menatapnya jijik. “Sori, kamu siapa?” Muncul lelaki tampan dari belakang mereka, menggendong bayi mungil yang lucu. “Sayang, anak kita mau nyusu.”
Lihat lebih banyak...Sudah hampir setengah jam Keeva bermain ombak dan berlarian kecil di tepi pantai. Kadang mengejar ombak, kadang menendangnya dan berlarian menghindarinya.Dan selama itu pula Aldrich hanya bisa mengikuti dari belakang seperti pengawal pribadi.“Keeva,” panggilnya.“Hm.”“Kamu nggak capek?” Aldrich mengalah, menghampiri Keeva yang sedang berbaring di atas pasir.“Nggak. Emangnya kamu, lari doang nggak kuat.” jawabnya ketus.Aldrich memejamkan matanya, meraup udara sekitar dengan rakus. Dia bukan nggak kuat lari, tapi dia hanya tidak tahu cara menemani istrinya bermain.“Ok, aku temenin sekarang. Aku harus ngapain?” tanya Aldrich akhirnya. Dia tidak ingin merusak mood istrinya.Keeva menyipitkan mata, menatap Aldrich dengan tatapan menantang yang tiba-tiba muncul. “Aku laper,” kata Keeva.“Oke, kita cari makan.” “Gimana, kalau kamu gendong aku sambil cari makan?” usul keeva, jahil.“Oke! Silakan tuan puteri.” Aldrich segera memposisikan punggung untuk menggendong Tuan Puterinya.
...Keeva tertegun. Ancaman halus Aldrich tentang mengumumkan status mereka di depan public sukses membuat lidahnya mendadak kelu. Pria itu selalu tahu bagaimana cara membungkam kekhawatirannya dengan cara yang seolah memojokan istrinya.Melihat Keeva hanya bisa berkedip pasrah, sebuah senyuman tipis menghiasi wajah tampan Aldrich. Senyum yang selalu bisa menawan hati Keeva sedari awal ia melihatnya. Dan, Keeva tidak akan pernah rela Aldrich memberikan senyum semanis itu pada orang lain.“Turunlah, yang kamu khawatirin itu cuma ada di kepala kamu, Keeva.” Aldrich menyentil pelan dahi istrinya sebelum membuka sabuk pengamannya.Ia sendiri keluar lebih dulu dari dalam mobil. Memutari mobil ke sisi penumpang. Ia membungkukan badanya untuk sejajar dengan Keeva.“Kamu nggak percaya sama aku? Hm,” tanya Aldrich pelan. Sangat lembut, sampai Keeva tak bisa lagi untuk ragu padanya.Keeva menurut, melangkah turun dengan ragu.“Mau aku gendong? Biar bisa ngumpet di balik punggung aku?” tawar A
...Sudah bertahun-tahun Sania menyaksikan atau bahkan melakukan presentasi sendiri untuk beberapa proyek mereka. Namun, baru kali ini ia menyadari satu hal. Keeva terlalu cerdas untuk menjadi staff admin biasa di kantor.Kurang lebih dua puluh menit kemudian, tepuk tangan terdengar saling bersahutan di dalam ruangan. Tidak terlalu meriah, tapi cukup untuk menunjukan apresiasi yang sangat membekas di hati Keeva.Untuk sesaat Keeva hanya bisa tersenyum kaku sambil menahan panas yang merambat hingga pelupuk matanya. Ia tidak ingat kapan terakhir kali merasa begitu dihargai.Klien tersenyum lebar."Very impressive. Make sure this collaborative project is led by Miss Keeva herself," kata Mr. Yoshinori.Keeva mengangguk sopan, meski di dalam dadanya masih ada debaran kencang yang belum juga reda. Setelah Aldrich mempersilahkannya duduk baru ia menyadari sedingin apa telapak tangannya.“Wow! It’s amazing,” gumam Bastian, masih sambil bertepuk tangan kecil dengan wajah takjub.“Kak? Rasan
...Percakapan Sania dan Aldrich mengalir begitu lancar. Seolah keduanya memang sangat serasi untuk berkolaborasi dalam dunia mereka.Keeva berusaha keras fokus pada omelet di piringnya. Meski semua bagian olahan telur lezat itu kini terasa hambar.“Pak Aldrich, semua file untuk meeting hari ini sudah dipelajari Keeva semalam. Kalau ada perubahan mendadak yang anda minta sebaiknya segera bicarakan sekarang,” potong Bastian. Sengaja ingin mengalihkan perhatian Aldrich dari Sania.Namun, wanita itu tak mau kalah. Dengan tidak tahu malunya ia mengambil seekor udang rebus dari piring saji. Kemudian meletakannya di atas piring milik Aldrich.“Tolong, seperti biasa,” kata Sania, memasang senyum manja yang memuakan bagi siapa pun yang melihatnya. Terutama bagi Keeva.Aldrich bahkan tidak merespon banyak, tangannya langsung bergerak mengambil udanng tersebut, mengupas kulitnya dan membersihkan bagian ekornya dengan cekatan.Kemudian meletakannya kembali ke piring Sania. Semua berlangsung be


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan