Bab 164: Thunder BirdPagi yang cerah menyelimuti Momo Cafe.Sejak Jack, Marco, dan Nox berangkat menuju Hutan Kematian beberapa jam yang lalu, suasana di halaman belakang justru semakin ramai."Aku yang akan menang!" Bima menyilangkan tangan sambil mendongakkan kepala."Mana mungkin," Elena mendengus. "Sebagai Mage, aku pasti menemukan Thunder Bird lebih dulu."Kael langsung menyela dengan nada dingin. "Berisik. Aku yang akan menang."Ketiganya saling menatap tajam, tak ada yang mau mengalah."Kak Lullaby!" Bima menoleh. "Coba ramalkan siapa yang bakal menang."Lullaby menutup matanya perlahan. "Foresight."Mata peraknya memancarkan cahaya lembut. Beberapa detik kemudian, ia tersenyum kecil."Kalian semua dapat banyak, kok.""Hah..." Bima langsung mengeluh. "Jawaban Kak Lulla selalu begitu."Elena mengangguk setuju. "Iya, kurang seru."Ketiganya lalu ser
Read more