Saat pintu terbuka, senyum di wajah Casy langsung membeku. Di depannya berdiri Vanessa, dengan gaun elegan dan tas branded terbaru. Namun, yang membuat Casy merinding adalah tatapan mata Vanessa. Bukan sambutan hangat, melainka tatapan sinis, dingin, dan penuh kebencian yang nyaris tak tersamarkan. Tatapan itu seolah menusuk Casy dari ujung kepala hingga kaki, menyapu setiap detail dirinya yang hanya mengenakan kaos dan celana pendek sederhana di rumah Ryan.Dingin sekali matanya, pikir Casy, rasa tidak nyaman merayap di tulang punggungnya."Casy, siapa?" suara Ryan terdengar dari dapur, memecah ketegangan sesaat.Secepat kilat, ekspresi Vanessa berubah total. Sebelum Casy bisa menjawab, senyum manis yang sempurna, bak peri dalam iklan parfum, mekar di bibir Vanessa. "Sayang, ini aku, Vanessa!" serunya dengan suara melengking manja.Namun, gerakannya tidak semenawan suaranya. Saat melangkah masuk, dengan sengaja Casy yakin sekali ini sengaja Vanessa memba
最後更新 : 2026-04-29 閱讀更多