Pagi itu, kamar Casy bagai medan perang. Koper-koper terbuka lebar, pakaian berserakan, dan wajah Casy yang penuh tekad."Putriku, kamu yakin mau pindah ke apartemen sendiri?" Marry berdiri di ambang pintu, mata berkaca-kaca tapi senyumnya hangat."Harus, Ma! Aku sudah dewasa. Aku butuh kehidupan sendiri, aku ingin belajar mandiri! " jawab Casy sambil melemparkan sepatu hak tingginya ke dalam koper.Tiba-tiba, tiga badai menerpa kamarnya.Edward, sang ayah, langsung memeluknya erat. "Sisy sayang, jangan tinggalkan Ayah! Di sini kan, ada segala yang kamu butuhkan!"Marcus, sang kakek, mengetukkan tongkatnya. "Cucuku, mansion ini sudah cukup luas. Kenapa harus cari tempat lain?"Darren, sang kakak, langsung mengeluarkan solusi ekstrem. "Tinggal saja di mansionku! Ada 5 kamar kosong, dan aku akan pasang CCTV di setiap sudut untuk jaga keamananmu!"Casy menghela napas panjang. "Kakak! Aku sudah besar, aku ingin hidup mandiri!"Alesha mencoba menenangkan situasi. "Sudah, biarkan Sisy menco
Huling Na-update : 2026-04-21 Magbasa pa