Aroma manis apel dan kayu manis mulai memenuhi dapur saat loyang-loyang pai itu akhirnya siap dimasukkan ke dalam oven. Tante Venna tampak puas, ia mengelap keringat di dahi dengan punggung tangannya yang masih sedikit berlumur tepung."Wah, lihat ini! Cantik sekali hasilnya. Terima kasih ya, Casyena sayang. Tanpa bantuanmu, Tante mungkin masih berkutat dengan kupasan apel sampai sore," puji Venna tulus sambil menatap hasil karya mereka.Casy memaksakan senyum, meski sisa-sisa kegugupannya. "Sama-sama, Tante. Seru kok bikinnya!" jawabnya basa-basi, berusaha mengabaikan tatapan intens Ryan yang masih menguncinya dari seberang meja."Ibu, lihat ini. Jari Casy gemetar," ucap Ryan dengan nada pura-pura khawatir yang sangat menyebalkan. “Sepertinya dia kelelahan karena kurang tidur seminggu ini. Benar kan, Casy?”Venna menoleh sekilas sambil tersenyum. “Oh ya? Mungkin karena dia harus bangun pagi untuk antar gaun ini, bahkan membantuku me
最後更新 : 2026-05-16 閱讀更多