Tiago terdiam di seberang saluran telepon. Keheningan yang mendadak tercipta terasa begitu dingin dan sarat akan ancaman. Ucapan Kaeragha barusan bukan lagi sekadar gurauan sinis, melainkan sebuah pernyataan ego dan ambisi yang mulai melampaui batas kesepakatan gelap mereka. Sebagai kepala keluarga Leander yang memiliki reputasi kejam, Tiago jelas tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk sekutu terkuatnya, merendahkan martabat garis keturunannya. "Jaga bicaramu, Kaeragha," desis Tiago, suaranya mendalam dan dipenuhi getaran intimidasi yang pekat. "Kamu melangkah terlalu jauh. Ingat posisimu. Aliansi ini terjadi karena aku mengizinkannya, dan Lyra Xan hanya akan menjadi milik Eryx Leander. Jangan pernah berpikir untuk menyentuh apa yang sudah menjadi hak putraku." Kaeragha mendengus, menyandarkan punggungnya ke kursi kulit sembari memutar-mutar gelas wiski yang kosong. "Aku hanya menyuarakan apa yang dipikirkan semua orang, Tiago. Anakmu, Eryx, hanyalah bocah manja yang tida
Baca selengkapnya