Di bawah bias cahaya fajar yang kian benderang, ketegangan di halaman belakang itu belum juga mencair. Kehadiran Tiago, para tetua, dan Regan seolah terlupakan ketika sesosok wanita dengan gaun pengantin putih yang sangat anggun melangkah anggun mendekat. Lyra Xan. Wajahnya yang cantik telah dirias sempurna, memancarkan pesona agung seorang putri mahkota dinasti Xan, meski sorot matanya masih menyimpan sisa-sisa trauma dari insiden pulau luar.Lyra berjalan mendekati Eryx, mengabaikan atmosfer intimidasi di sekeliling mereka. Dia mengulurkan tangannya yang terbalut sarung tangan brokat putih dan menyentuh lengan tuksedo Eryx dengan lembut."Eryx, acara akan segera dimulai. Para tamu dan perwakilan media sudah memenuhi aula utama. Mari kita masuk sekarang," ajak Lyra dengan nada suara yang tenang, mencoba menampilkan citra pasangan sempurna di depan para tetua Leander.Eryx menoleh perlahan ke arah Lyra, namun tangannya yang satu lagi masih menggenggam erat pergelangan tangan Aeri ya
Baca selengkapnya